/
Rabu, 12 Oktober 2022 | 08:16 WIB
Militer Rusia memberi kode terhadap rekannya dalam perang di Ukraina. NATO juga memperingatkan Moskow, jangan sampai memuntahkan rudal nuklir yang bisa membahayakan. (facebook.com/mod.mil.rus)

SuaraBandung.id – Rusia mengamuk lantaran perang di Ukraina diintervensi Amerika Serikat dan sekutunya.

Serangan Rusia yang semakin gencar sebagai sinyal tak boleh ada yang ikut campur, malah ditanggapi AS dan sekutu dengan pengiriman senjata secara massal.

Bukan itu saja, objek vital milik Rusia pun ikut dihajar uang diduga dilakukan pasukan khusus bentukkan AS.

Mengantisipasi serangan balasan Rusia, Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) memperingatkan negara anggota waspada atas kemungkinan serangan balik Rusia.

NATO juga memperingatkan Moskow, jangan sampai memuntahkan rudal nuklir yang bisa membahayakan.

Bahkan NATO mengklaim pihaknya sudah siap dan waspada dengan terus memantau secara cermat kekuatan nuklir Rusia.

Lebih dari itu, NATO juga mulai berani mengatakan jika Rusia "kalah di medan perang" di Ukraina. 

Menghadapi kemungkinan sikap Rusia yang diprediksi akan semakin beringas, NATO menyatakan diri, anggotanya akan bersatu menghadapi serangan infrastruktur penting.

Namun dalam penyikapan serangan balasan Rusia, Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg, Selasa (11/10/2022), mengatakan, untuk sementara aliansi pertahanan tidak melihat ada perubahan dalam postur nuklir Rusia. 

Baca Juga: Jalan dari Allah, Merasakan Kenikmatan Tobat, Ustaz Adi Hidayat: Abaikan Pernyataan Manusia

Akan tetapi, NATO memperingatkan bukan berarti Rusia diam. NATI meminta semua anggotanya tetap waspada.

Bukan itu saja, NATO meminta semua tetap melanjutkan latihan kesiapsiagaan nuklirnya sendiri minggu depan. 

"Sekarang adalah waktu yang tepat untuk bersikap tegas dan menjelaskan bahwa NATO ada di sana (Ukraina dan negara sekutu) untuk melindungi dan membela semua sekutu," kata Stoltenberg dalam konferensi pers jelang pertemuan dua hari para menteri pertahanan aliansi Barat di Brussels dilansir Channel News Asia, Rabu (12/10/2022). 

"Ini akan mengirimkan sinyal yang sangat salah jika kita tiba-tiba sekarang membatalkan latihan rutin yang telah lama direncanakan karena perang di Ukraina," kata Stoltenberg. 

Saat ini sedang dilakukan persiapan latihan tahunan "Steadfast Noon", di mana semua angkatan udara NATO melakukan latihan bagaimana cara mempraktekkan penggunaan bom nuklir Amerika Serikat (AS) yang berbasis di Eropa. 

"Ini adalah latihan untuk memastikan bahwa penangkal nuklir kami tetap aman, terjamin dan efektif," kata Stoltenberg 

Load More