SuaraBandung.id - Persoalan pertanahan dan antisipasi mafia tanah menjadi perhatian serius pemerintah.
Digitalisasi diharapkan bisa jadi solusi dalam menuntaskan permasalahan ini.
Selain bisa mempermudah, digitalisasi dapat mempercepat penuntasannya.
Rencana tersebut pun terus dimatangkan, diharapkan bisa terealisasi secepatnya.
Kepala Staf Kepresidenan (KSP) RI, Moeldoko mengatakan meskipun digitalisasi masih dalam rancangan, pemerintah bukan tinggal diam.
Saat ini terus bekerjasama dengan berbagai pihak untuk bisa tetap memberikan kenyamanan dan ketenangan bagi masyarakat.
Seperti yang dia sampaikan di acara Talk Show Interaktif bersama Pengurus Wilayah Jawa Barat Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (Pengwil Jabar IPPAT) dalam rangka rangkaian peringatan dan kegiatan HANTARU 2022 di Univesitas Parahiangan (UNPAR), Bandung.
Moeldoko mengatakan, KSP membuka peluang untuk terlibat dalam menyelesaikan konflik persoalan tanah.
Bekerjasama dengan Fakultas Hukum UNPAR, dalam acara tersebut berlangsung dialog dan diskusi dalam menyelesaikan permasalahan pertanahan, perizinan, perpajakan dan Pendidikan serta alternatif penyelesaiannya.
Baca Juga: Disuruh Deddy Corbuzier Buka Baju, Siskaeee Ungkap Semakin Terangsang Apabila Ditantang
“KSP membuka peluang untuk terlibat dalam menyelesaikan persoalan konflik tanah," kata Moeldoko dalam acara tersebut, Jumat 14 Oktober 2022.
"Dalam waktu cepat itu ada 1.191 kasus, kita gelar dan mengambil langkah-langkah prioritas dan kita memprioritaskan 137 kasus untuk diselesaikan pada tahun 2022,” kata anak buah Jokowi.
Ia menegaskan jika upaya yang dilakukan itu setidaknya sedikit memberikan rasa optimisme bagi masyarakat akan penyelesaian persoalanan tanah.
Sebab, diakuinya saat ini masyarakat membutuhkan kenyamanan dan kepastian akan persoalanan pertanahan.
“Tapi tidak usah khawatir, pemerintah konsen terkait persoalan ini," kata dia.
"Dari Menkopolhukam juga sudah membuat satgas anti mafia tanah, sehingga harapannya persoalan yang dihadapi masyarakat tertangani,” ujarnya.
Berita Terkait
-
Rumahnya Mau Diratakan Buldozer, Wanda Hamidah Minta Tolong ke Jokowi karena Jadi Korban Mafia Tanah
-
Wacana Pilkada Dipilih Lewat DPRD, Moeldoko: Dilihat Regulasinya
-
Lawan Mafia Tanah Ratusan Petani Geruduk Pendopo Pemkab Cianjur
-
Beri Peringatan Keras pada Hacker Bjorka, Moeldoko: Harus Ditindak Tegas!
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Berapa Suhu AC Ideal agar Tidak Boros Listrik? Ini Trik biar Tagihan Tetap Hemat
-
Ditanya Nyesal Ikut Pilpres 2024, Anies Balik Tanya Publik: NyeseI Tak Memilih Saya?
-
3 Serbuk Anti-Sumbat Saluran Air, Solusi Pipa Mampet Akibat Rambut
-
Langkah Besar Menuju Damai, JD Vance Sebut Dialog AS - Iran Berjalan Positif
-
Satu-satunya di Asia! Limp Bizkit Bakal Guncang Kuala Lumpur, Cek Jadwal dan Harga Tiket di Sini
-
5 Rahasia Vario Evo 160 Terbongkar: Tarikan Makin Buas, Tak Cuma Sekadar Ganti Baju
-
5 Air Cooler yang Dingin dan Hemat Listrik, Bikin Ruangan Sejuk Maksimal
-
Usut Dalang Pembagian Kuota Haji 50:50, Eks Dirjen PHU Kemenag Dicecar KPK
-
Memoar Getir Vabyo: Ketika Eksploitasi Kerja Dibungkus Ironi Komedi
-
3 Skincare Marina Bright Booster Harga Rp20 Ribuan, Pengguna Akui Ampuh Cerahkan Wajah