/
Senin, 17 Oktober 2022 | 21:49 WIB
Penampakan Putri Candrawathi menangis usai nama anaknya disebut di persidangan. (Suara.com/M Yasir)

Setelah melancarkan aksinya, Brigadir J panik lantaran mendengar ada langkah kaki yang mendekat dari arah tangga.

Setelah itu Brigadir J memakaikan kembali pakaian Putri Candrawathi yang sempat dilepasnya secara paksa.

Setelah itu, Brigadir J membanting tubuh Putri Candrawathi dan mengancamnya untuk tidak melapor kepada Ferdy Sambo.

Brigadir J pun kemudian turun ke lantai satu dengan mengendap-endap, dan akhirnya ketahuan Kuat Maruf.

Setelah mengalami tindakan yang disebut sebagai perkosaan, Putri lalu menghubungi Bharada E dan Bripka RR.

Putri meminta keduanya untuk segera kembali ke rumah di Magelang.

Bripka RR yang dipanggil Putri lalu menghadap. Belum sempat bertanya, Putri sudah menanyakan keberadaan Brigadir J.

Putri kemudian meminta Bripka RR memanggil Brigadir J untuk menghadapnya.

Saat itu, dikatakan saksi Bripka RR, dirinya memanggil Brigadir J dan mengantarkannya ke kamar Putri.

Baca Juga: Roy Kyoshi Sebut Lesti Kejora - Rizky Billar segera Berpisah secara Tragis

Setelah itu, Bripka RR meninggalkan Brigadir J berduaan bersama Putri sekitar 15 menit lamanya.

Rupanya di sana Putri memberi peringatan dan meminta Brigadir J segera mengundurkan diri.

“Saya mengampuni perbuatanmu yang keji terhadap saya tapi saya minta kamu untuk resign,” ujar tim kuasa hukum menirukan ucapan Putri kepada Brigadir J dalam eksepsi Ferdy Sambo.

Pada eksepsi tersebut, disebutkan pula bahwa Brigadir J keluar kamar sambil menangis dan kemudian turun bersama Bripka RR.(*)

Artikel ini telah tayang di soreang.suara.com berjudul: Soal Dugaan Pelecehan Seksual, Putri Candrawathi Sempat Bersedia Maafkan Brigadir J dengan Satu Syarat Ini

Load More