SuaraBadung.id - Pemerintah Korea Selatan mengungkap rasa kecewanya pada pemerintah Indonesia.
Mereka mempertanyakan komitmen dan tanggung jawab Indonesia lantaran telah menunggak pembayaran atas program pengembangan jet tempur generasi 4,5 KF-21 Boramae selama lima tahun, yang kini malah menjadi utang.
Utang Indonesia akibat belum bayar iuran tersebut diungkap Kepala Badan Administrasi Program Akuisisi Pertahanan (DAPA) Korea Selatan, Eom Dong Hwan.
Dia mengatakan, Indonesia terakhir kali membayar partisipasinya dalam program KF-21 adalah pada 2017.
Kemarahan Korea Selatan ini semakin menjadi lantaran hingga saat ini dikatakan Eom, Indonesia belum mengklarifikasi kapan akan menyelesaikan iuran yang tertunggak.
Dia sangat berharap jika Indonesia sanggup membayar utang tersebut secara diangsur alias dicicil.
"Walaupun mereka (Pemerintah Indonesia) tidak bisa sekaligus membayar, kami sangat berharap mereka bisa mencicil," lanjutnya seperti dikutip Defence Security Asia.
Sejauh ini dikatakan Eom, Indonesia baru bisa menyelesaikan sekitar 30 persen dari pembayaran yang seharusnya dilakukan pada Korea Selatan.
Apa yang diungkap Eom ini diberitakan media Korea Selatan. Mereka mencatat, pemerintah Indonesia masih menunggak 671 juta dolar AS dari total pembayaran 1,3 miliar dolar AS.
Dia menduga jika tunggakan Indonesia ini disebabkan oleh masalah keuangan yang yang sedang dihadapi.
Meski Indonesia dan Korea Selatan telah setuju dengan program mengembangkan KF-21 bersama, namun kasus ini bisa membuat Korsel tidak puas akan sikap Indonesia.
Kegagalan Indonesia kata Eom akan memicu ketidakpuasan beberapa pihak di Korea Selatan.
Lebih dari itu, mereka juga meminta membatalkan keikutsertaan Indonesia dalam program tersebut.
Apa yang diungkap Eom ini rupanya membuat publik Korea Selatan ikut marah.
Sebagai informasi, Indonesia dan Korea Selatan menandatangani kesepakatan pada 2010 untuk bekerja sama dalam program pengembangan KF-21.
Berita Terkait
-
Lelaki Asal Indonesia Ini Nonton Konser Blackpink Menggunakan Sarung Ala Ronda di Seoul Korea Selatan
-
Tembakkan Ratusan Peluru Artileri, Korut Kembali Peringatkan Korsel
-
Media Korea Selatan Syok atas Pernyataan Mengejutkan Shin Tae Yong Terkait Insiden Kanjuruhan
-
Usai Cedera, Agensi Han So Hee Ungkap Kondisi Terkini Sang Artis
-
Seoul Banjir, Ini Kabar Terbaru Maudy Ayunda dan Suami
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
THM Panhead Jadi Perbincangan usai Kasus Penembakan TNI dan Temuan Senjata Rakitan
-
Pernah Dipakai Runner Harian, Sekarang 7 Sepatu Lari Ini Justru Jadi Barang Koleksi Mahal
-
Cetak Sejarah! Dhea Natasya Jadi Atlet Perempuan Indonesia Pertama di World Longboard Tour 2026
-
Ayah dan Anak Tewas dalam Rumah Terbakar di Musi Banyuasin, Warga Tak Sempat Menolong
-
Bulog Pastikan Beras SPHP Tetap Terjangkau untuk Masyarakat
-
Kapal Berisi Jurnalis dan Relawan Indonesia Dibajak, Kemlu Kecam Keras Militer Israel
-
Mensos Gus Ipul Minta Penjangkauan Calon Siswa Sekolah Rakyat Tepat Sasaran
-
Pesirah Bank Sumsel Babel Kini Jadi Pilihan Anak Muda Sumsel untuk Bangun Dana Darurat
-
Menjaga Protein dari Hulu, Misi SPHP Jagung Meredam Gejolak Harga Telur
-
Tak Terima Dituntut 5 Tahun Penjara, Noel Ebenezer: KPK Harus Taubat Nasuha