/
Jum'at, 28 Oktober 2022 | 08:20 WIB
Detik-detik Brigadir J dieksekusi Bharada E. Kesaksian di rumah Ferdy Sambo melihat jasad brigadir J dibiarkan tergeletak. (Youtube Polri TV)

SuaraBandung.id – Sikap Ferdy Sambo menjadi sorotan ketika ditanya anak buahnya yang datang ke Duren Tiga, Jakarta Selatan di hari penembakan Brigadir J pada Jumat (8/7/2022).
 
Jasad Brigadir J yang tertelungkup bahkan dipertontonkan, seolah sengaja agar bisa dilihat.
 
Sejumlah anak buah Ferdy Sambo yang berdatangan ke Duren Tiga hanya bisa bertanya, siapakah sosok yang tertelungkup terbujur kaku di dekat tangga.
 
Jawaban Ferdy Sambo saat menjawab pertanyaan anak buahnya hanya menyebut nama, Yosua.
 
Termasuk apa yang jadi pertanyaan AKBP Ari Cahya Nugraha alias Acay.
 
Acay yang dipanggil Ferdy Sambi ke rumahnya melihat jasad brigadir J di dekat tangga.
 
Ketika memberi kesaksian di persidangan kasus pembunuhan berencana Brigadir J di PN Jakarta Selatan pada Rabu, 26 Oktober 2022 kemarin, Acai melihat dengan matanya jasad Brigadir J.
 
Ketika itu Acay diminta ke Duren Tiga atau TKP terbunuhnya Brigadir J setelah ditelepon Ferdy Sambo sekitar pukul 17.30 WIB.
 
Mendapat perintah dari jenderal bintang dua, Acay bergegas ke kediaman atasannya.
 
Saat itu Acay mengajak rekannya, AKP Irfan Widyanto menuju rumah Ferdy Sambo berboncengan menggunakan sepeda motor.
 
Ketika Acay tiba di Duren Tiga, dirinya pertama kali mendapati Ferdy Sambo terlihat diam sambal menghisap rokok.
 
Kemudian Acay yang masuk melalui pintu samping saat itu tidak banyak berkata-kata.
 
Apalagi melihat wajah Ferdy Sambo yang ada di teras terlihat sedang marah.
 
Acay secara jujur mengatakan ada yang tidak biasa dari apa yang dilihatnya tentang Ferdy Sambo.
 
Dia melihat janggal, terlebih dari ekspresi Ferdy Sambo, tak seperti mimik wajahnya di hari biasa.
 
"Beliau (Ferdy Sambo) sedang merokok sendirian,” kata Acay.
 
“Mengenakan pakaian PDL dan celana PDL, tapi alas kakinya saya lupa,” ucap Acay. 
 
“Dengan wajah, mohon maaf, tidak seperti biasanya, wajahnya merah seperti orang marah," kata Acay pada Majelis Hakim.
 
Saat itu Acay tidak berani mendatangi Ferdy Sambo. Acay menunggu dan tanpa bertanya. 
 
Dia benar-benar menunggu sampai rokok yang ada di tangan sang mantan Kadiv Propam itu dimatikan.
 
"Beliau (Ferdy Sambo) masih merokok sendirian,” kata Acay. 
 
“Setelah rokok dimatikan, baru saya berani mendekati beliau (Ferdy Sambo) untuk melaporkan," ucap Acay.
 
Setelah itu Acay masuk ke dalam rumah Ferdy Sambo. Di sana Acay melihat ada sesosok pria tergeletak di lantai.
 
"Saya masuk garasi menuju dapur,” katanya. 
 
“Ini posisi masih di dapur terlihat seseorang (jasad Brigadir J) tergeletak di sebelah tangga," katanya.
 
Dari sana Acay lantas mendapat jawaban mengapa dirinya melihat Ferdy Sambo marah.
 
Ferdy Sambo terlihat marah pada hari itu dari kata-kata yang dilontarkannya.
 
"‘Mohon izin Jenderal siapa dia?’ Dijawab ‘itu Yosua, kurang ajar dia melecehkan ibu’ katanya,” tuturnya sebagaimana dikutip dari PMJ News.
 
Namun, Acay mengaku tidak menjelas tentang ucapan Ferdy Sambo mengapa Brigadir J sudah menjadi mayat.
 
Di sana Acay hanya melihat, jika sebelum dirinya tiba di Duren Tiga sudah ada beberapa anggota Provos.
 
"Saya lupa (Brigadir J) ditembak atau tertembak,” katanya.
 
“Tapi yang jelas ada peristiwa tembak-menembak antara Yosua dengan yang lain dan di dalam sudah ada anggota Provos empat sampai lima (orang)," ujar dia. (*)
 
Sumber: PMJ News
 
 

Load More