SuaraBandung.id - Isu kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) menjadi perbincangan panas beberapa pekan terakhir, terlebih saat kasus KDRT menimpa pasangan artis Lesti Kejora dan Rizky Billar. Ternyata kasus kekerasan tidak terjadi pada hubungan suami istri, pada hubungan atau relationship pun dialami banyak orang, salah satunya penyanyi solo, Andien.
Pada sebuah podcast yakni Curhat Bang Denny Sumargo, Andien dengan lugas menceritakan segala kekerasan yang pernah ia alami saat menjalin hubungan dengan sang kekasih pada tahun 2005 silam.
“Namun, berkali-kali Andien memaafkan dan kembali menjalin hubungan serta menerima kondisi sang mantan pacar. Padahal kekerasan yang dialami Andien sudah tidak wajar, mulai dicekik, dipukul, ditonjok, hingga dibeset menggunakan pisau,” ujar keterangan yang ditulis pada caption video tersebut yang diunggah Minggu 30 Oktober 2022.
Kepada Denny Sumargo Andien membeberkan segalanya, 9 bulan hubungan yang ia jalani dengan sang kekasih jauh sebelum akhirnya Andien memutuskan menikah, banyak kekerasan yang ia alami. “Sembilan bulan lebih dikit, awalnya manis madu gitu. Jadi awal pacaran, semunya manis lama kelamaan, baru keluar aslinya. Memang harus ada masalah dulu supaya tahu ada respon terhadap masalah. Rupanya waktu itu kayanya sebulan pacaran, baru muncul pukulan pertama,” papar Andien.
Andien pun mempertanyakan kenapa dirinya bisa menerima dan menjalani hubungan kembali. Bahkan, kejadian tersebut ia alami lebih dari 10 kali. “Pertanyaan kenapa bisa mukul, karena terpancing dari ribut beda pendapat. Dia tetap dengan pendapat dia dan aku ya pendapat aku, biasanya mungkin jadi enggak ada yang mau mengalah. Dan aku juga terus mempertahankan pendapat, munculah pukulan pertama,” ujarnya.
Selanjutnya ia pun bercerita jika hubungan tersebut akhirnya terus berlanjut hingga Andien pun mengalami hal serupa dengan bentuk kekerasan yang berbeda. “Ternyata beberapa kali kejadian ditonjok dimuka, dipukul pakai kunci inggris, tapi saat itu, aku juga merasa aku mencoba tetap berpikir positif. Misalnya saja aku berpikir mungkin dia tidak bisa mengkomunikasikan apa yang harus dikomunikasikan, atau mungkin mungkin dia sebel sampai nonjok gwa. Sempet juga mikir sialan banget, terus gwa putusin dan putus, abis itu dia minta balik lagi dan akhirnya balikan lagi kita,” akunya.
Sampai akhirnya, lanjut Andien, ada moment dimana ia pun menceritakan apa yang ia alami kepada orang tuanya. Apa yang dikatakan ibunya ternyata menjadi salah satu kunci Andien dapat keluar dari hubungan yang ia anggap toxic itu.
“Sebetulnya, wa belum cerita pada ibu, tapi suatu hari gwa diberi nasehat gitu, padahal gwa cerita kalau lebam atau apa itu karena berantem. Nah mungkin dari kegelisahan gwa, ibuku tiba-tiba bilang apakah kamu bisa mengubah orang selama 25 tahun lebih besar dengan keluarga yang memiliki pola asuh, pengalaman dia yang berbeda. Sampai hari ini, terus bisa ngubah dia yang 9 bulan ini baru kamu kenal? kata ibu gwa,” beber Andien.
Sampai akhirnya, sambung Andien, ibunya berkata dia bukan tanggung jawab kamu. “Dan tanggung jawab kamu adalah diri kamu sendiri, dia tanggung jawabnya dirinya. Akhirnya gwa cerita nangis, mereka bangga gwa cerita sama mereka, dan ketika gwa bisa putus beneran, gwa mengapresiasi bokap. Pokoknya papah akan melindungi kamu, karena gwa ibaratnya kabur dari pacar gwa itu,” ungkap Andien.
Baca Juga: Beda dengan Mantan, Musuh Bebuyutan Nikita Mirzani Ternyata Lebih Tulus Beri Dukungan Moral
“Intinya ya semua itu proses dan enggak mudah. Ketika sedang mengalami aku nggak berani bercerita ke massa besar, karena kita nggak tahu semua orang, kalaupun ada banyak respon dukungan, kita enggak tahu background-nya apa. Lebih baik bercerita kepada pribadi terdekat orang tua atau ahlinya. Gwa aja dari tahun 2005 sampai dengan tahun 2018 berproses,” tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
Pilihan
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
Terkini
-
Bahlil: Batas Masa Jabatan Ketum Parpol Tak Perlu Diseragamkan
-
Tanggapi Santai Usulan KPK, Bahlil: Di Golkar Jangankan 2 Periode, Satu Periode Saja Sering Ganti
-
YLBHI Desak Presiden dan Panglima TNI Hentikan Peradilan Militer yang Dinilai Tidak Adil
-
Pemuda di Cikeusal Rudapaksa Siswi SD dan Paksa Korban Curi Emas Orang Tua Lewat Ancaman Video
-
5 Alasan Wajib Nonton Tradisi Seba Baduy: Ada Barongsai, Layar Tancap, Hingga Diplomat 10 Negara
-
Polri Tetapkan Syekh Ahmad Al Misry Tersangka Pelecehan Seksual 5 Santri Laki-laki
-
Suku Bunga Tinggi, Milenial-Gen Z Kini Lebih Percaya Medsos Ketimbang Brosur Properti
-
Jalur Menuju Situs Gunung Padang Kembali Normal Usai Tertimbun Longsor
-
Siapa yang Bermain? Polemik Kali Ciputat Jadi Ajang 'Saling Serang' Dewan vs Pengembang
-
UU PPRT Disahkan, Akademisi UGM Soroti Celah Sanksi dan Kesiapan Jaminan Sosial