SuaraBandung.id - Gerhana bulan adalah fenomena yang memang jarang terjadi. Fenomena gerhana bulan itu terkadang dikaitkan dengan hal-hal mistis ataupun mitos-mitos tertentu di masyarakat.
Lalu, bagaimana seharusnya umat Islam menyikapi fenomena gerhana bulan dan apa yang harus dilakukan ketika gerhana bulan itu muncul?
Jawaban atas pertanyaan tersebut terungkap dalam satu ceramah yang disampaikan oleh Buya Yahya.
Buya Yahya pun mengungkapkan bahwa hendaknya kita melaksanakan salat dan memohon kepada Allah ketika terjadinya fenomena gerhana bulan.
Dilansir SuaraBandung.id dari video short dalam kanal YouTube Al-Bahjah TV yang diunggah pada 8 November 2022, berikut ulasannya.
"Kalau ada gerhana (maka) bukan kita melakukan sesuatu yang lain, akan tetapi nabi mengajarkan kalau kita mendapatkan gerhana, kita melaksanakan salat dan memohon kepada Allah SWT," ungkap Buya Yahya.
Buya Yahya lalu menjelaskan bahwa memang fenomena gerhana terkadang dikaitkan dengan mitos-mitos ataupun hal-hal yang tidak logis di kalangan masyarakat terdahulu.
"Ada keyakinan atau kebiasaan-kebiasaan yang terjadi di masyarakat, di kampung-kampung harus kita hapus perlahan demi perlahan, dahulu (terjadi) dan mungkin sekarang sudah tidak ada," jelas Buya Yahya.
Buya Yahya kemudian mengatakan bahwa mitos-mitos yang beredar adalah hal yang tidak boleh kita percayai.
"Kalau ada (semisal) gerhana matahari itu ada orang langsung pergi ke tempat pohon-pohon yang tidak berbuah, dipukulin katanya biar buah. Ada lagi kalau hamil harus berada di kolong ranjang," kata Buya Yahya.
"Ini adalah keyakinan-keyakinan yang tidak boleh kita percayai dan gerhana adalah karena dimakan oleh, nggak tau keyakinan buto ijo atau apa, macam-macam," lanjut Buya yahya.
Buya Yahya juga menegaskan bahwa gerhana adalah satu di antara tanda kebesaran Allah.
"Ini adalah keyakinan-keyakinan yang harus kita hapus, kita ahli iman, gerhana adalah tanda-tanda kebesaran Allah SWT," ungkap Buya Yahya.
Tag
Berita Terkait
-
Gerhana Bulan Total Bisa Dilihat Langsung Tanpa Kaca Mata Khusus
-
Tidak Bisa Membayar Utang karena Tidak Mampu, Bagaimana Solusinya? Berikut Penjelasan Buya Yahya
-
Apakah Manusia Biasa Bisa Menjadi Wali? Berikut Penjelasan Gus Baha
-
Amalan untuk Kekayaan, Ilmu Pesugihan Putih dari Buya Yahya
-
Tidak Menjaga Akal karena Menenggak Miras, Buya Yahya: Nggak Cerdas Dia
Terpopuler
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
- 4 Pilihan Smart TV 32 Inci Rp1 Jutaan, Kualitas HD dan Hemat Daya
- BPJS PBI Tiba-Tiba Nonaktif di 2026? Cek Cara Memperbarui Data Desil DTSEN untuk Reaktivasi
Pilihan
-
Hanya Bergantung Nama Jokowi, Posisi Gibran Dinilai Rentan Terdepak dari Bursa Cawapres Prabowo 2029
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
-
Selamat Jalan 'Babeh' Romi Jahat: Ikon Rock N Roll Kotor Indonesia Tutup Usia
-
Sidang Adat Pandji Pragiwaksono di Toraja Dijaga Ketat
-
Ziarah Telepon Selular: HP Sultan Motorola Aura Sampai Nokia Bunglon
Terkini
-
Aturan 1 NIK Maksimal 3 Nomor SIM Berlaku 2026, ATSI: Idealnya Tak Perlu Lagi Pembatasan
-
Hanya Bergantung Nama Jokowi, Posisi Gibran Dinilai Rentan Terdepak dari Bursa Cawapres Prabowo 2029
-
Update Kasus Lee Yi Kyung: Pelapor 'A' Beri Bukti Baru ke Polisi Gangnam
-
3 Rekomendasi Mobil Low MPV Suspensi Nyaman, Tampil Keren saat Mudik
-
Bomber Haus Gol Keturunan Indonesia: Umur 23 Tahun, 19 Laga 15 Gol, Siapa Dia?
-
IHSG Hari Ini Lagi Semringah, Naik 1,24% dan 578 Saham Melesat
-
Soal Perpres Pelibatan TNI Tangani Terorisme, Wamenhan: Penegakan Hukum Tetap di Polri
-
Jaksa Bantah Nadiem Makarim Soal Harga Laptop: LKPP Sebut Ada Kemahalan Harga di Proyek Chromebook
-
Novel Anomalies: Saat Kesempurnaan Menjadi Penjara yang Rapi
-
Darurat Iklim, Fans K-Pop Protes ke Parlemen Korea Selatan Tuntut Konser Rendah Karbon