SuaraBandung.id - Google, perusahaan teknologi raksasa di dunia sedang menghadapi gugatan yang dilayangkan oleh delapan negara bagian juga Departemen Kehakiman Amerika Serikat.
Delapan negara bagian yang turut menandatangani gugatan ini diantaranya California, New York, Virginia, Colarado, Rhode Island, Tennessee, Connecticut, bahkan California tempat kantor Google berada.
Permasalahan yang timbul diantara Google dan para penggugatnya adalah perihal penyalahgunaan kekuatan untuk memonopoli pengiklanan.
Monopoli yang dimaksudkan berimbas pada munculnya kerugian besar-besaran bagi situs web dan pengiklanan.
Penggugat meminta pengandilan untuk bisa memaksa Perusahaan Google agar dapat melepaskan bisnisnya dibidang pengiklanan.
Melansir dari tekno.tempo.com oleh bandung.suara.com pada Jumat (27/1/2023) gugatan ini diajukan pada hari selasa lalu (24/1/2023).
Adapun dalam gugatannya dinyatakan bahwa dengan kebijakan Goggle yang dinilai anti persaingan telah meimbulkan adanya peningkatan yang memaksa pesaing-pesaingnya untuk langsung didepak begitu saja dari pasar digital.
Akibatnya ini menjadi awal dari langkah awal menghalangi para pesaing untuk bergabung di pasar hingga akhirnya meraka dirugikan.
Selain itu, akuisisi yang dilakukan google membuatnya dapat menghilangkan pesaing dan memaksa peruhasaan lain termasuk para pesaing untuk menggunakan alat yang berasal dari Google.
Baca Juga: Kalahkan Karen Khachanov, Stefanos Tsitsipas ke Final Australian Open 2023
"Google telah menggunakan cara anti persaingan, pengecualian dan melanggar hukum untuk menghilangkan."
"atau sangat mengurangi ancaman terhadap dominasinya atas teknologi periklanan digital,"dikutip dari m.kumparan.com yang melansir dari Reuters oleh bandung.suara.com pada Jumat (27/1/2023).
Sebagai informasi, akusisi dapat diartikan sebagai upaya penggabungan usaha yang membuat pengakuisisi memiliki kendali atas perusahaan yang diakuisisi.
Singkatnya, akuisisi merupakan pemindahan kepemilikan perusahaan atau aset.
Pengacara Pemerintah mengungkapkan bahwa seluruh tindakan ynag dilakukan Google saling terkait satu sama lainya sehingga output berujung kepada kerusakan pada sebuah persaingan.
Ia juga menyampaikan bahwa Google sebagai sebah perusahaan telah meraup lebih dari 30 persen dari pengiklanan melalui produk teknologi digital.
Lebih lanjut, mereka juga menyampaikan bahwa Google dipandang tidak terbuka tentang distribusi uang iklan, seperti persentase tentang berapa banyak sebenanrnya biaya yang diterima oleh Google.
Faktanya Perusahaan Google tidak hanya sekali atau dua kali mendapat laporan gugatan seperti ini. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
- 5 Kipas Angin Sedingin AC Lebih Murah dan Irit Listrik
- Ramalan 12 Shio Bulan di Juli 2026: Peruntungan Karier, Keuangan, Asmara, dan Kesehatan
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Usung Misteri Baru, Film Perdana The Apothecary Diaries Tayang 11 Desember
-
Kylian Mbappe Depak Lionel Messi dari Puncak Top Skor Piala Dunia 2026
-
Dasco Ucapkan Ultah ke Nadiem Makarim, Netizen: Kode Keras Amnesti atau Abolisi?
-
Dipantau Langsung Pelatih Jepang, HSL All Stars 2026 Jadi Seleksi Timnas Putri Indonesia U-16
-
Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
-
Pelatih Jan Olde Riekerink Meninggalkan Dewa United Usai Membawa Klub Melejit ke Papan Atas
-
Prancis Ditantang Maroko di Perepat Final Piala Dunia 2026
-
Ragnar Oratmangoen Terbaru, Daftar 5 Pemain Anyar Persib Bandung
-
Hasil Prancis vs Paraguay, Skor Tipis Les Bleus Lolos Perempat Final Piala Dunia 2026
-
Penasihat Presiden Cari Karyawan Korban PHK TikTok Tokopedia