SuaraBandung.id- Membaca Al-Qur'an melalui smartphone dan mushaf dijelaskan oleh Ustadz Abdul Somad tidak mempengaruhi kadar dan bobot pahala yang didapat.
Pasalnya menurut Ustadz Abdul Somad yang memiliki sapaan akrab UAS itu, pahala membaca Al-Qur'an didapat apabila membacanya secara tartil dan seksama.
Sisi tartil dan seksama tersebut mesti dipahami bahwa membaca Al-Qur'an harus sesuai tajwid dan dengan hati yang ikhlas. Karena hanya dengan alasan itu, Ustadz Abdul Somad menyebutkan pahala akan didapat.
"Melihat mushaf, melihat hanphone, melihat di dinding pahalanya bukan dilihat kau baca Qur'an dari mana, mana tapi yang dilihat adalah lafaz di mulut dan lihat hati. Fasih tajwid dan ikhlas di hati, " ujarnya seperti dikutip Bandung.suara.com dari kanal YouTube Ustadz Abdul Somad Official pada Selasa (4/4/2023).
Bahkan menurut Ustadz Abdul Somad, kalau dibongkar sejarahnya. Al-Quran pada zaman sahabat ditulis dari berbagai media.
Baik di pelepah kurma, tulang onta, maupun di atas batu yang menyerupa piring yang sejatinya itu mengandung makna bahwa bukan dimana Qu'ran ditulis dan di media yang mana kita membacanya.
Melampaui itu adalah bagaimana kita membaca Al-Qur'an secara tartil dan merawat ikhlaslah yang dapat mendatangkan pahala.
Pun UAS menambahakan bahwa Qur'an yang bagus bukan berada pada harganya, akan tetapi pada seberapa banyak kita membacanya. (*)
Sumber: YouTube Ustadz Abdul Somad Official
Baca Juga: Serangan Bully Bertubi-tubi ke UAS, Ustadz Abdul Somad: Saya Menghonor
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan