SUARA BANDUNG— Alto Banditos mengecam Komisi Perlindungan Anak Indonesia yang abai dalam melakukan perlindungan terhadap David Ozora. Namun dengan gigih KPAI membela pelaku Anak AG.
Perlindungan yang berat sebelah itu tidak masuk akal menurut Alto Banditos. Karena logika hukum dalam melindungi pelaku anak AG KPAI menggunakan pasal 64 yang bermakna bahwa baik pelaku atau korban asal sedang berhadapan dengan hukum mesti dilindungi hak-haknya dan martabatnya.
Akan tetapi KPAI tidak melakukan hal itu. KPAI cenderung membela pelaku Anak AG dan mengabaikan korban tanpa menilik keadaan dan perjuangan korban untuk pulih dan bangkit dari luka penganiayaan.
“Selama 53 Hari David berada di ICU akibat perbuatan penganiyaan berat dengan perencanaan yang dilakukan oleh 2 orang dewasa dan 1 anak, kalian sama sekali tidak terlihat menggunakan mandat kalian untuk melakukan PERLINDUNGAN KHUSUS kepada David!” tulisnya sebagaimana dikutip oleh bandung.suara.com dari akun twitternya @AltoLuger pada Rabu (19/4/2023).
Padahal menurut Alto Banditos semestinya KPAI melindungi korban karena amanat dari pasal 59 ayat (2) huruf i, mengamanatkan agar korban anak diberikan perlindungan.
Oleh alasan itu, Alto Banditos menyarankan agar KPAI membaca lagi secara teliti pasal-pasal tersebut.
“Mungkin kalian harus membaca lagi. Jangan langsung skip ke pasal 64, tapi BACALAH DARI atas, di point MENIMBANG, huruf b dan c,” pungkasnya.
Seperti diketahui bahwa sampai saat ini vonis bagi pelaku anak masih 3,5 tahun dan KPAI mengkritik hukuman tersebut.(*)
Sumber: Twitter @AltoLuger
Baca Juga: Alto Banditos Ngamuk ke KPAI! Ternyata Gara-gara Ini
Berita Terkait
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
-
Harry de Fretes Bagikan Kabar Haji Bolot Meninggal, Keluarga: Hoaks, Itu Orang Kurang Kerjaan
Terkini
-
Massa Demo Mahasiswa dan Ojol Bersatu Lawan Barikade TNI-Polri Menuju Bundaran HI
-
Letusan Berkali-kali Gunung Lewotobi Laki-Laki, Warga Diminta Waspada Bahaya Ini
-
Krisis 1998 dan Pentingnya Kepemimpinan di Masa Sulit
-
Terancam Terusir, 71 Jiwa Penghuni Rusun Kemensos Belum Kantongi Kepastian Tempat Tinggal Baru
-
Nasib Tragis Warga Penolak Penambangan Emas Ilegal di Sumbar, Dipukuli Sampai Luka Berat
-
Debt Collector Intimidasi Warga di Bekasi, Anggota DPR: Tangkap dan Usut Tuntas!
-
Demo Mahasiswa Bukan Ancaman: Tarik Militer, Jangan Ada Tameng dan Pentungan
-
Justin Hubner Resmi Mualaf Jelang Nikahi Jennifer Coppen
-
Kemarau Panjang Mengintai, Penyakit dari Flu, Iritasi Mata hingga Dehidrasi Ancam Warga Bantul
-
Zlatan Ibrahimovic Sebut Dirinya Lebih Lengkap daripada Erling Haaland