Ketika tidak ada keresahan dan kekhawatiran dalam menjalankan kehidupan, dan hanya merasakan ketenangan dalam hati dan jiwa adalah salah satu nikmat terbesar yang bisa diberikan Allah kepada hambanya.
Membaca sholawat menjadi pintu hadirnya ketenangan tersebut. Karena bacaan sholawat sendiri merupakan bentuk ibadah yang dapat memberikan ketenangan bagi pembacanya, apalagi jika diiringi melantunkan sholawat dengan hati dan mengharapkan ridho Allah. Ketenangan pasti kan hadir!
Sedekah yang Paling Sederhana
Khususnya bagi yang tidak mampu bersedekah secara materi, kita bisa haturkan sholawat sebagai bentuk sedekah.
Karena dengan sholawat ini dapat menjadi seuatu untuk kebaikan bagi lingkungan dan keseimbangan semesta secara spiritual.
Bukti Cinta kita kepada Rasul
Cinta pasti butuh pembuktian, maka bukti cinta kita kepada Rasul bisa melalui lantunan sholawat kita kepadaNya.
Selain itu, sholawat juga menjadi tanda rasa hormat kita kepada Rasul. Dan bukti cinta kepada Rabb kita, Allah SWT.
Sebagai Pengingat kepada Allah dan Rasul
Baca Juga: Rendy Kjaernett Meminta Maaf di Hadapan Media, Begini Komentar Netizen
Terkadang, kita sebagai manusia lupa akan tugas dan tanggung jawab sebagai hamba. Karena sholawat ini hadir untuk menjadi pengingat kita kepada sang pencipta dan rasulnya.
Terus bersholawat bisa mencegah kita lupa kepada Allah dan Rasul. Karena cahaya pencerahan dan hidayah, InSyaa Allah akan selalu datang dengan sholawat ini.
Pintu banyaknya Kebaikan
Karena sholawat menjadi jembatan spiritual dalam meraih kemuliaan di hadapan Allah. Sholawat juga dapat membersihkan jiwa kita dari energi negatif sehingga kita bisa kembali bersih.
Dengan melantunkan sholawat dapat menghilangkan penghalang doa kita kepada Allah, serta mempercepat dokabulkannya doa oleh Allah SWT.
Yakinkan pada diri bahwa dengan dengan sholawat dapat mendatangkan banyak keajaiban dalam kehidupan, dan kebaikan-kebaikan lain yang tidak pernah kita sangka. Semua atas kehendak Allah SWT.
Bahkan, Nabi Muhammad SAW bersabda, manusia yang akan bersamanya pada hari kiamat adalah mereka yang paling banyak bersholawat kepadanya. Selain itu, derajat pembaca sholawat diangkat baik di hadapan Allah maupun di dunia. Aamiin. Mari kita bersholawat, sahabat!
Allahumma sholli alaa muhammad
Itulah keutamaan membaca sholawat. Sahabat muslim yang beriman, marilah sama-sama kita senantiasa untuk memperbanyak bersholawat kepada baginda Nabi Muhammad SAW. Semoga Allah melimpahkan berkah dan segala keinginan hajat kita bisa terkabul. (*/Alina)
Sumber: YouTube Nasehat Islam TV
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 6 Sunscreen Pencerah di Indomaret yang Worth It Masuk Keranjang Belanja
Pilihan
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
Terkini
-
Rudy Susmanto Minta KPK dan Jaksa Kawal Pembebasan Lahan 2 Proyek Raksasa Bogor
-
Biang Kerok Blackout! Polri Bongkar Korupsi Batu Bara PLTU yang Bikin Listrik Padam Massal
-
Perwali Tolak LGBT Diusulkan di Palembang, Akankah Pemkot Mengabulkannya?
-
Sabet Emas di World Climbing Series, Desak Made: Kami Tak Didukung Pemerintah
-
Mulai Juli 2026, Pemutihan Data SLIK Wajib Selesai dalam 3 Hari Kerja
-
Mayat Perempuan Mengapung di Sungai Musi Bikin Heboh, Ini Ciri-ciri Korban yang Dicari Polisi
-
Gantikan Jalur Raya, Wisatawan Puncak Bogor Nantinya Bakal Diangkut Pakai Kereta Gantung
-
Catat Jadwalnya! Persib vs Arema Jadi Laga Pembuka Piala Presiden 2026
-
WNI Tewas Mengenaskan di Jepang, Terduga Pelaku Diduga Tabrakkan Diri ke Kereta
-
Mahfud MD Heran Fenomena UU 'Simsalabim': Tiba-tiba Jadi, Kapan Dibahasnya?