- Keiko Altaira Hanafi, WNI berusia 20 tahun, tewas akibat penikaman di apartemennya kawasan Hamamatsu, Jepang, Senin (6/7/2026).
- Saksi melihat seorang pria berpakaian hitam melarikan diri dari lokasi kejadian sesaat sebelum korban ditemukan dalam kondisi kritis.
- Kepolisian Shizuoka menduga pelaku bunuh diri di rel kereta setelah ditemukan pria dengan pakaian serupa tewas tertabrak kereta.
Suara.com - Kasus pembunuhan tragis menimpa seorang warga negara Indonesia (WNI) di Prefektur Shizuoka, Jepang tengah. Korban yang diidentifikasi bernama Keiko Altaira Hanafi (20) dilaporkan tewas setelah menjadi korban penikaman di dalam unit apartemennya sendiri di kawasan Hamamatsu, Senin (6/7/2026).
Di saat yang sama, kepolisian setempat tengah mendalami dugaan keterkaitan erat antara insiden berdarah tersebut dengan peristiwa tewasnya seorang pria misterius yang menabrakkan diri ke kereta api tak jauh dari lokasi kejadian.
Kronologi Penemuan Korban
Berdasarkan keterangan dari kepolisian wilayah Hamamatsu, peristiwa bermula ketika para tetangga korban dikejutkan oleh suara teriakan histeris dari unit apartemen yang ditinggali Keiko bersama kedua orang tuanya.
Selain mendengar teriakan, saksi mata di sekitar lokasi juga melihat seorang pria mengenakan pakaian serba hitam bergegas melarikan diri meninggalkan area gedung.
Mendapat laporan panggilan darurat dari warga, aparat kepolisian langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) pada pukul 11.40 siang waktu setempat. Petugas menemukan Keiko dalam kondisi kritis dengan luka tikaman parah di tubuhnya.
Nahas, meski sempat dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis darurat, nyawa dara asal Indonesia tersebut tidak dapat diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia sesaat setelah tiba di rumah sakit.
Seorang saksi mata lansia berusia sekitar 70-an tahun yang tinggal di dekat lokasi menggambarkan betapa mencekamnya situasi pasca-kejadian.
Ia mengaku melihat dengan jelas jejak tetesan darah segar yang berceceran, memanjang dari depan pintu masuk unit korban hingga ke area tempat parkir luar apartemen.
Baca Juga: Hajime Moriyasu Menilai Jarak Kualitas Jepang dan Brasil Kini Semakin Menipis
Terduga Pelaku Diduga Bunuh Diri di Rel Kereta
Hanya berselang beberapa saat setelah aksi penikaman tersebut, sebuah insiden maut dilaporkan terjadi di jalur perlintasan rel kereta api JR Tokaido. Seorang pria dilaporkan tewas seketika akibat terhantam kereta yang sedang melaju.
Kecurigaan polisi bahwa pria ini merupakan pelaku pembunuhan Keiko menguat setelah masinis kereta memberikan kesaksiannya.
Menurut masinis, sebelum kecelakaan terjadi, ia sempat melihat seorang pria berpakaian serba hitam nekat melompati pagar pembatas dan sengaja menyeberang ke arah rel kereta. Ciri-ciri pakaian tersebut identik dengan sosok pria yang dilihat tetangga korban melarikan diri dari apartemen.
Sebagai informasi, kompleks apartemen yang menjadi lokasi pembunuhan ini terletak di kawasan pemukiman padat, berjarak sekitar 500 meter di sebelah barat Stasiun Kereta Api JR Maisaka, Hamamatsu.
Hingga berita ini diturunkan, tim forensik dan penyidik kepolisian Shizuoka masih melakukan olah TKP secara mendalam serta mengumpulkan bukti-bukti digital guna mengungkap motif di balik penikaman fatal ini, sekaligus memastikan identitas pria berpakaian hitam tersebut.
Berita Terkait
-
Jangan Berangkat ke Jepang Sebelum Tahu 4 Hal Ini, Bisa Hemat Banyak Biaya
-
Komunitas Muslim di Jepang Terus Bertambah: Mengapa Kebutuhan Masjid Kian Mendesak?
-
Sinopsis Ochitara Owari, Drama Terbaru Ugaki Misato dan Shinoda Mariko
-
Tayang Juli, Chae Jong Hyeop Bintangi Drama Jepang The Rules of Vacation
-
Vonis Seumur Hidup untuk Priyo, Eksekutor Keji yang Habisi 5 Nyawa di Indramayu
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Kalimantan Belum Selesai, Karhutla Kini Kepung Papua Tengah: Api Makin Meluas
-
Tampang Maulana Paputungan Ayah Keji Pembunuh Disertai Mutilasi Anak Kandung di Merauke
-
Beli Voucher Game di BRImo Dapat Cashback Saldo 50 Persen
-
Investasi RI Tembus Rp1.010 Triliun, HIPMI Dorong Pengusaha Lokal Ikut Menikmati Dampaknya
-
Karhutla Kalimantan Mengganas, Presiden Prabowo Optimistis Bisa Segera Dijinakkan
-
22,69 Juta Pengguna Kripto RI, Tantangan Berikutnya Bikin Mereka Tak Lari ke Platform Asing
-
Bukan Sekadar Hitung Langkah, Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Atur Beban Latihan
-
Korban FOMO Merapat! Eksotisnya Wajah Sungai Bogowonto Purworejo Saat Surut
-
Prabowo Tak Main-Main! Bidik 4 Korporasi di Balik Karhutla Kalimantan, Izin Bakal Dicabut
-
Aktivis Pati Kembali ke Jakarta, Siapkan Massa untuk Aksi 27 Agustus di DPR RI