SUARA BANDUNG - Provinsi Jawa Barat terdapat 17 Kabupaten dan 9 Kota sesuai dari data Jabarprov.go.id. Ternyata di sana ada Kabupaten paling sepi.
Dengan jumlah total penduduk Jawa Barat yang mencapai 49.316.712 jiwa orang, berdasarkan data Badan Pusat Stastisik (BPS) 2019. Tentu mereka tersebar luas di beberapa Kabupaten.
Meski demikian, setiap Kabupaten memiliki perbandingan jumlah penduduk yang berbeda-beda. Ada yang ramai dan sepi.
Dan di Provinsi Jawa Barat, sejumlah Kabupaten seakan kekurangan penduduk, lantaran cukup sepi dibanding Kota lainnya.
Lantas Kabupaten mana yang paling sepi di Jawa Barat? Dikutip dari data BPS 2019, berikut rangkumannya.
Kabupaten Ciamis menempati urutan ke-5, di sana terbentang 27 Kecamatan dengan 258 desa berjajar.
Jumlah penduduk Ciamis hanya berkisar di angka 1.195.176 jiwa saja. Hal tersebut menyebabkan Ciamis salah satu Kabupaten tersepi di Jawa Barat dengan luas wilayah 1.415 Km2.
Urutan ke-4 adalah Kabupaten Sumedang, ada 26 Kecamatan serta 270 desa. Wilayah tersebut diisi oleh 1.152.400 jiwa penduduk.
Ternyata Sumedang lebih sepi dari Ciamis jika dilihat dari jumlah penduduk yang ada di BPS. Luas wilayah Sumedang 1.518 Km2
Baca Juga: Respons MUI Usai Panji Gumilang Jadi Tersangka
Kabupaten Kuningan menjadi kota tersepi ke-3 di Jawa Barat, daerah yang dekat dengan Jawa Tengah ini memiliki bentang wilayah 1.110 km2.
Penduduk Kuningan yakni sebanyak 1.080.804 jiwa, menjadi wilayah tersepi ke-3 di Jawa Barat.
Urutan ke-2 adalah Kabupaten Purwakarta yang terdiri dari 17 Kecamatan dan 133 desa jadi wilayah tersepi di Jawa Barat.
Penduduk di Kabupaten Purwakarta hanya 962.893 jiwa.
Dan yang sangat paling sepi di Jawa Barat adalah Kabupaten Pangandaran, hanya memiliki 399.284 jiwa.
Luas wilayahnya 1.680 Km2, di Pangandaran terdiri dari 10 Kecamatan dan 93 desa.
Jarak Pangandaran dari Bandung kurang lebih adalah 205 Km. Meski menyandang Kabupaten tersepi, Pangandaran tidak seperti Kota mati, sejumlah aktivitas warga terpantau ramai di sana.(*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Beredar 24 Nama Terseret Kasus BGN, Kuasa Hukum Sony Sonjaya: Nama Itu Sudah Diserahkan ke Penyidik
Pilihan
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
Terkini
-
Imbau Daerah Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Mendagri Optimistis Bakal Gerakkan Perekonomian
-
'Tak Ada Penangkapan!' Kapolres Jaksel Bantah Tudingan Represif di Aksi Mahasiswa GMNI Pancoran
-
Gangguan Akses CCTV Publik Saat Aksi Unjuk Rasa di Sudirman Bukan dari Sistem Pemprov DKI
-
Pemprov Jatim Raih 2 Penghargaan Garuda AI Impact Summit
-
Mind Corner di Liga Universitas 2026, Ruang Menyadari Pentingnya Kesehatan Mental dan Perdamaian
-
Bukan Sekadar Teknologi, AI Ternyata Juga Bisa Tingkatkan Kualitas Hidup Manusia
-
Drama Comeback dan Tangis Tuan Rumah Warnai Semifinal Campus League The Nationals 2026
-
Massa di Sudirman Bubar: Mahasiswa Mundur Pertama, Disusul Kelompok 'Baju Hitam'
-
Berulang Kali Digosipkan Pencucian Uang hingga Suap, Raffi Ahmad Trauma Bekerja di Pemerintahan?
-
Mahasiswa Sudah Pergi, Siapa Massa Berbaju Hitam yang Masih Bertahan di Sudirman?