/
Rabu, 14 September 2022 | 18:31 WIB
Pengacara Bripka Ricky Rizal Wibowo alias Bripka RR, Erman Umar, tersangka pembunuhan Brigadir J memberikan keterangan kepada wartawan di Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (8/9/2022) malam. ((ANTARA/Laily Rahmawaty))

SuaraBandungBarat.id - Sepertinya upaya penyidik Polri untuk mengungkap fakta kebenaran dari peristiwa pembunuhan berencana terhadap Brigadir J akan berlangsung panjang alur ceritanya. 

Pasalnya, tersangka RR kini berbelok arah dalam memberikan keterangannya kepada penyidik, ada fakta baru yang disampaikan Bripka RR. Ia mengubah kesaksiannya dalam kasus tersebut.

Sebelumnya diketahui, aura kesedihan menyelimuti Bripka Ricky Rizal alias Bripka RR. Iming-iming dibiayai sekolah perwira oleh Ferdy Sambo tinggal angan, kini ia malah dihadapkan dengan ancaman hukuman mati.

Pada mulanya, awal kasus pembunuhan Brigadir J, Bripka RR sepakat menjalankan skenario Sambo. Kuasa hukum Bripka RR, Erman Umar menilai janji-janji Sambo memberangkatkannya sekolah perwira lah yang membuat Bripka RR tak enak hati dan merasa memiliki utang budi. Ia tak memiliki pilihan lain selain ikut skenario Sambo.

"Dia (Bripka RR) berniat mau sekolah. Dipersiapkan (Ferdy Sambo) untuk Oktober," kata Erman Umar dikutip Suara.com dari tayangan AIMAN di KompasTV, Rabu (14/9/2022).

Bagi Bripka RR, Sambo memiliki peran vital dalam kelanjutan nasib kariernya. Menempuh pendidikan sekolah perwira bukanlah hal mudah, terlebih biaya yang dikeluarkan juga tak sedikit.

Sambo menjanjikan akan menyekolahkan Bripka RR sebagai perwira kepolisian pada Oktober 2022. Ia akan ditempatkan di Magelang, Jawa Tengah, sekaligus untuk mengurusi anak Sambo yang juga sekolah di sana.

"Rizal itu untuk ADC (aide-de-camp) sekarang untuk mengurus segala sesuatunya anaknya yang sekolah di Magelang, dan dia tinggal di Magelang. Kuat itu terakhir juga dibantu," tuturnya.

"RR meminta ke Ferdy Sambo untuk disekolahkan menjadi perwira?" tanya Aiman.

Baca Juga: Sosialisasikan e-Berpadu, Ketua MA Dorong Terwujudnya Sistem Peradilan Elektronik Bagi Perkara Pidana

"Ya, begitu, dan dipersiapkan untuk Oktober," balas Erman lagi.

Dalam rekonstuksi penembakan Brigadir J beberapa waktu lalu, Erman melihat ada ketakutan di wajah Bripka RR. Terlebih, terungkap fakta Bripka RR sudah bekerja dengan Sambo cukup lama.

Dimulai ketika Bripka RR menjadi sopir Sambo saat masih menjadi Kapolres hingga ia ditarik menjadi ajudan pribadinya pada 2018 lalu.

"Saya memang melihat pada saat pertemuan-pertemuan rekonstruksi, ada kelihatan masih takut," ujar Erman.

Namun, bayang-bayang utang budi itu hanya angin lalu. Kini Bripka RR memilih membelot skenario Sambo.

Bripka RR Balik Arah 

Load More