SuaraSoreang.id – Bripka RR mengungkapkan kejadian istri Ferdy Sambo dan Brigadir J di Magelang.
Menurutnya, Putri Candrawathi dan Brigadir J sempat berduaan di kamar. Lama waktunya, kata Bripka RR, sekitar 15 menit mereka berdua ada di dalam kamar.
Ketika itu Bripka RR diminta Putri untuk menghampirinya ke kamar. Dia juga melihat Putri sedang dalam posisi berbaring.
"Akhirnya kan dia melihat juga ibu (PC) ya. Ibu di kamar, berbaring di kamar,” ujar kuasa hukum Bripka RR, Erman Umar.
Lalu, kata Erman, Bripka RR menghampirinya dan bertanya “Ada apa bu?” ucap Erman tirukan Bripka RR pada Putri.
“Dia (Bripka RR) nggak menjelaskan ibu. Tapi tanya ‘mana Yosua’, dipanggil lah ke bawah,” kata dia.
“Dipanggil ke bawah, sambil dia nanya ‘ada apa Yosua?’, ‘ya nggak tau tuh’ 'dia marah-marah, ga tau tuh om kuat kok marah-marah sama saya (Bripka RR)’," lanjut Erman.
Kemudian, naiklah Brigadir J dan Bripka RR menuju kamar istri Ferdy Sambo.
"Akhirnya, dia (Bripka RR dan Brigadir J) naik lah berdua, ‘nah ayo, kamu tadi ibu nanya kamu’” jelas Erman menirukan pembicaraan Bripka RR dan Brigadir J.
“Naik lah ke atas. Masuk. Si Yosua masuk kamar, duduk. Ibunya berbaring setengah dua baring bantal,” jelasnya.
Kemudian, Bripka RR beranjak ke luar kamar dan meninggalkan Brigadir J dan Putri Candrawathi berduaan di kamar.
“Tapi si RR nggak nungguin. Dia balik, sambil nunggu di luar takutnya kejadian apa-apa kan,” katanya.
“Itu aja. Tapi dia nggak denger kejadian apa, pembicaraan, nggak," sambung Erman.
Setelah Brigadir J keluar dari kamar, Erman mengungkapkan Bripka RR sempat menanyakan soal apa yang terjadi.
Brigadir J, kata Erman, hanya menjawab tidak ada masalah apa-apa.
"Dia (Yosua) turun diikuti (Bripka RR) ke bawah,” ucapnya.
“Ditanya lagi ke Yosua, ‘Yosua ada apa sih?’. Tadi kan kalau pertama dia bilang si Kuat marah-marah nggak karuan,” ujarnya.
“Kalau sekarang ditanya ‘udah gak ada apa-apa kok bang’. Nah jadikan nggak ada selama di Magelang gak mendapatkan informasi tentang itu," ucap Erman.
Kuat Maruf Marah
Menurut pernyataan Bripka RR dari ungkapan Kuat, Brigadir J terlihat naik turun tangga di Magelang.
Dalam kejadian itu, Kuat juga tidak tahu, apakah di Magelang itu ada kejadian pelecehan seksual atau tidak.
"Karena kesannya Kuat (KM), si Yosua pernah dia lihat kayak ngendap naik turun tangga,” ucap Erman.
Brigadir J juga, kata dia, sempat ditanya Kuat. Namun, Yosua malah lari dan timbul curiga.
“Ditanya ada apa? Dia (Brigadir J) lari, jadi menimbulkan pemikiran yang negatif. Tapi tidak tahu, apakah ada pelecehan, kita tidak tahu, si anu tidak tahu," kata dia.
"Si Richard (Bharada E) yang ditelepon. Pas balik, dilihat di lantai satu nggak ada orang,” ujarnya.
“Naik ke atas (Bripka RR dan Bharada E) itu lah ketemu Kuat dalam keadaan tegang,” lanjut Erman.
“Kayak ngamuk ditanya ada apa? dibilang "Itu nggak tahu si Yosua"," kata Erman.
Tak lama, Bripka RR mendatangi istri Ferdy Sambo di kamarnya. Yang dia lihat hanya ada Susi dan Putri Candrawathi.
Brigadir J juga menyusul ke kamar Putri Candrawathi, namun Kuat menahannya menggunakan pisau.
"Terus si Yosua (Brigadir J) masih berupaya lagi mau ketemu sama ibu (istri Ferdy Sambo). Ditahan pakai pisau oleh si Pak Kuat (KM),” kata dia.
Inilah yang menjadi alasan Bripka RR tak mengatakan apapun ke Ferdy Sambo, karena dirinya tidak mengetahui apa yang terjadi antara Putri Cansrawathi, Brigadir J, dan Kuat Maruf.
“Akhirnya kan Bripka RR jadi bingung. Jadi nggak tahu lah. Makanya dia (Bripka RR) nggak bisa bicara sama Pak Sambo," ucap Erman.
Baca Juga: 6 Ciri Orang Gunakan Pelet, Wajahnya Cantik Kurang Wajar
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin
Pilihan
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Terkini
-
Skema Ponzi Berbaju Syariah? Bongkar Modus Penipuan yang Mengelabui Investor Muslim
-
BGN Sapu Bersih Dapur MBG Bermasalah, 833 Ditutup dan Ratusan Pegawai Dipecat
-
Pembukaan Rute dan Layanan Baru Dongkrak Arus Peti Kemas Nasional
-
Jangan Asal Congkel, Ini 6 Cara Membersihkan Bunga Es di Freezer Secara Efektif
-
Disdik Padang Soal Siswi SD Meninggal: Tidak Ada Indikasi Perundungan
-
Usai Purbaya, Giliran Mendagri Peringatkan Jakarta soal Obligasi Daerah
-
Peran 7 Tersangka Bentrok Menteng: Dari Rusak Gerobak hingga Aksi Pengeroyokan Maut
-
Red Bull Power Race Hadir di Indonesia, 24 Atlet Berebut Tiket ke Bangkok
-
Misteri Sutrimo Tewas di Depan Klinik, Polisi Minta Keluarga Lapor Jika Ada Kejanggalan
-
Belajar dari Pemilu: Kualitas Calon Pemimpin Tak Boleh Jadi Kompromi