/
Senin, 19 September 2022 | 13:34 WIB
Kolase Putri Candrawathi Lebih jahat daripada Ferdy Sambo (Dok.Istimewa)

SuaraBandungBarat.id - Berita kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat di tangan Ferdy Sambo saat ini masih terus berlanjut.

Spekulasi isu-isu liar  bermunculan, hingga dugaan pelecehan seksual Putri Candrawathi dengan Brigadir J dan  perselingkuhan dengan Kuat Ma'ruf hingga skenario terjadi penembakan yang terjadi di rumah dinas Duren III Jakarta Selatan
 
Hal tersebut terungkap melalui rekonstruksi pembunuhan Brigadir J dan kesaksian Bripka RR.

Dalam kesaksian Bripka RR yang telah disampaikan pengacaranya, Erman Umar dikutip dari suara.com pada 13 September 2022.

Di mana Bripka RR sempat telah menyembunyikan senjata panjang dan pendek Brigadir J yang terletak di kamar ADC lantai 1 dipindahkan ke kamar anak Ferdy Sambo yang berada di lantai 2.

Hal tesebut dilakukan Bripka RR sebelum memanggil Brigadir J karena sempat dipertanyakan oleh Putri Candrawathi.

Putri Candrawathi juga sempat bertanya 'Yosua di Mana' kepada Bripka RR dan Putri Candrawathi juga meminta untuk bertemu dengan Brigadir J.

Baca Juga:
Siap-Siap Pesan Tiket Pesawat, Ada Diskon hingga 70 Persen dan Kesempatan Terbang Gratis

Erman Umar mengungkapkan, Bripka RR atau Bripka Ricky Rizal pun bertanya ke Putri Candrawathi mengenai peristiwa yang terjadi.

Namun Putri Candrawathi tak menjawab pertanyaan tersebut dan menanyakan posisi Yosua di mana.

Baca Juga: Lama Tidak Muncul, Tiba-tiba Pengacara Brigadir J Ungkap Dosa Besar Putri Candrawathi

Sebelum memanggil si Yosua, Ricky Rizal berinisiatif untuk mengamankan senjata bersama Bharada E yang berada di kamar ADC lantai 1.

Senjata berupa senjata panjang dan senjata pendek tersebut langsung diamankan ke kamar anak Sambo di lantai 2.

"Bripka Ricky takut apabila tak diamankan akan digunakan Yosua karena sempat dihalangi Kuat menggunakan pisau," ujar Erman menuturkan pengakuan Ricky.

Barulah kemudian si Ricky turun dan mencari Yosua yang kemudian ditemukan sedang berada di depan rumah.

Ricky pun juga sempat bertanya ke Yosua tentang apa yang sebenarnya terjadi.

Namun si Brigadir J mengaku tidak tahu alasan Kuat tiba-tiba marah kepadanya.

Kemudian, Ricky membujuk Yosua untuk bertemu dengan Putri Candrawathi karena diminta langsung.

Selang beberapa lama, Brigadir J akhirnya pun mau untuk bertemu Putri Candrawathi di kamar lantai 2.

"Sampai di kamar 2, Yosua duduk di bawah lantai dan Putri tiduran di kasur. Bripka Ricky menunggu di luar kamar.

Pembicaraan antara Yosua dan Putri Candrawathi tidak terdengar oleh Bripka Ricky," imbuh Erman.

Pertemuan Brigadir J serta Putri Candrawathi itu berlangsung selama kurang lebih 15 menit.

Setelah Yosua keluar dari kamar, Bripka RR juga sempat menanyakan kembali mengenai peristiwa yang terjadi.

Namun Brigadir J lagi-lagi tak memberikan penjelasan.

Seusai kejadian, Yosua kemudian tidur satu kamar bersama Bharada E. Sedangkan Ricky dan Kuat tidur di ruang tengah memakai kasur lipat.

Dsamping itu, keselamatan Om Kuat alias Kuat Ma'ruf pun tak terlepas dari peran Bharatu Prayogi.

Peran Bharatu Prayogi terungkap usai rekonstruksi pembunuhan Brigadir J pada Selasa, 30 Agustus 2022.

Bharatu Prayogi merupakan salah satu kedelapan ajudan Ferdy Sambo.

Bharatu Prayogi, senior dari Bharada E sebagai yang sama-sama bertugas sebagai ajudan Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.

Sebelumnya, dikutip suara.com pada rekonstruksi tersebut akhirnya terungkap alat bukti yaitu dua belah pisau.

Pisau itu merupakan milik dari Om Kuat alias Kuat Ma'ruf.

Dua belah pisau tersebut awalnya dipegang oleh Kuat Ma'ruf, lalu diserahkan kepada salah satu Ajudan Ferdy Sambo yang bernama Bharatu Prayogi.

Kuat Ma'ruf menyerahkan si pisau dan HT kepada salah seorang ajudan Ferdy Sambo bernama Bharatu Prayogi tersebut.

Sebagaimana diketahui, bahwa adegan menyerahkan pisau itu terungkap saat rekonstruksi pada adegan ke 74.

Saat itu KM atau Om Kuat sedang berdiri di samping ajudan Ferdy Sambo.

Lalu terdengar seorang penyidik sedang menyampaikan pada adegan ke 74 KM atau Kuat Ma'ruf alias Om Kuat menyerahkan pisau dan HT kepada Bharatu Prayogi.

KM atau Kuat Ma'ruf alias Om Kuat pun juga terlihat melakukan sesuai dengan apa yang disampaikan penyidik dengan benda yang berwarna hitam meyerupai pisau.

Terkait hal itu, Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian mengungkapkan, bahwa pisau itu merupakan barang bukti yang memiliki kaitannya dengan peristiwa di Magelang, Jawa Tengah.

"Itu pisau yang dibawa oleh saudara Kuat dari Magelang," kata Andi kepada wartawan di Kompleks Polri Duren Tiga,Jakarta Selatan, Selasa 30 Agustus 2022, dikutip di suara.com pada Rabu 31 Agustus 2022.

Menurut Andi, pisau itu digunakan oleh penyidik untuk rekonstruksi, dirinya menyebut ada peristiwa adegan melibatkan pisau tersebut di Magelang.

"Pada saat ada kejadian, terdapat peristiwa sehingga itu digunakan di Magelang," lanjutnya.

Akan tetapi, Andi tak menjelaskan peristiwa apa yang dimaksud sehingga Kuat Ma’ruf menggunakan pisau itu.

"Ya itu, peristiwanya apa ya nantilah," tandasnya.

Dapat disimpulkan dari rekonstruksi pembunuhan Brigadir J yang juga ditayangkan di Polri Tv itu.

Adegan ranjang Putri Candrawathi istri Ferdy Sambo dalam kasus Brigadir J.

Adegan di ranjang Putri Candrawathi tertuang dalam SP3 laporan istri Ferdy Sambo.

Johnson Panjaitan telah membongkar SP3 laporan istri Ferdy Sambo, hingga terjadi pembunuhan Brigadir J di rumah dinasnya Duren Tiga.

Dalam laporan Putri Candrawathi dijelaskan soal pelecehan seksual hingga Brigadir J mengancam menggunakan senjata api atau pistol.

Disamping itu, terpisah Susi dalam BAPnya mendengar suara desahan dari kamar Putri Candrwathi.

Dalam isi SP3 laporan Putri Candrawathi soal pelecehan seksual yang dialaminya.

Isi SP3 laporan Putri Candrawathi juga mengungkapkan detail adegan kamar istri Ferdy Sambo itu dengan Brigadir J.

Tak hanya itu, Putri Candrawathi dalam SP3 tersebut mengaku bahwa dirinya diancam Brigadir J.

Brigadir J pun disebut meraba bagian intim Putri Candrawathi istri Ferdy Sambo.

SP3 laporan dari istri Ferdy Sambo itu dibongkar oleh Johnson Panjaitan.

Johnson Panjaitan pun kembali membongkar SP3 laporan istri Ferdy Sambo, hingga terjadi pembunuhan Brigadir J di rumah dinasnya Duren Tiga.

Dalam kejadian yang ada di Magelang terdapat lima orang yang terlibat diantaranya Brigadir J, Putri Candrawathi, Kuat Maruf, Bharada E dan Susi.

Mantan pengacara Bharada E Deolipa Yumara menduga Putri Candrawathi lebih berbahaya dari Ferdy Sambo dalam kasus tewas nya Brigadir Novryansah Yoshua Hutabarat alias Brigadir J.

Menurutnya Putri Candrwathi dan Kuat Ma'ruf mempropokasi Ferdy Sambo untuk melakukan tindak pidana tersebut.  Jika putri Candrawathi dan Kuat Ma'ruf tidak ada mungkin Sambo akan baik-baik saja , ujar Deolipa.

Deolipa mengatakan saat ini keterangan saksi Bharada E dan Bripka RR masih belum menguatkan, sebab masih ada Kuat Maa'ruf, ART bernama Susi, serta ajudan lain yang mesti bercerita. Tutup Deolipa

Sumber : Suara.com

Load More