SuaraBandungBarat.id - Berpuasa merupakan kewajiban bagi setiap orang yang telah baligh dalam agama Islam pada bulan Ramadhan. Namun, aturan Islam juga menetapkan ada 4 golongan orang yang diperbolehkan untuk tidak berpuasa pada bulan suci ramadhan 2023.
1. Orang sakit
Seorang muslim jika sedang sakit, maka boleh tidak puasa Ramadhan jika mengalami kondisi berikut:
Pertama, jika dia masih mampu berpuasa tanpa kesukaran, maka dia lebih baik melakukan puasa. Namun, jika dia tidak mampu, lebih baik dia berbuka secepatnya.
Kedua, seandainya dia masih ada harapan sembuh dari sakitnya, maka seseorang tersebut harus bersabar menunggu sampai dia sembuh, lalu membayar (qada) sebanyak puasa yang ditinggalkannya.
Sementara, apabila tidak ada harapan akan kesembuhannya, maka orang tersebut boleh buka puasa dan diharuskan membayar fidyah dengan bahan makanan yang diberikan kepada orang miskin sesuai dengan jumlah hari puasa yang ditinggalkannya.
2. Musafir
Orang yang dalam perjalanan (musafir) sejauh yang dibolehkan meng-qhasar salatnya, dibolehkan juga untuk tidak puasa. Setelah kembali dari perjalanannya, dia harus membayar (qada) puasa yang ditinggalkannya pada hari di luar bulan Ramadan.
Firman Allah di dalam Alquran, " Maka, jika di antara kamu ada yang sakit, atau dalam perjalanan ( lalu dia berbuka ) maka ( wajiblah baginya berpuasa ) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. " (QS. al - Baqarah: 184).
Baca Juga: Kumpulan Hadits Menyambut Ramadhan Dengan Bergembira Bagi Ummat Islam
Jika musafir itu dapat berpuasa dalam perjalanannya adalah lebih baik daripada tidak berpuasa, sebagaimana Firman Allah SWT,
" Dan berpuasa lebih baik bagi kamu, jika kamu mengetahui. " (QS. al - Baqarah: 155).
3. Orang yang sangat Tua dan Pekerja Berat
Daftar orang yang boleh tidak puasa selanjutnya adalah orang yang sangat tua dan pekerja berat.
Orang yang sudah lanjut usia, baik laki-laki, maupun perempuan, diperbolehkan tidak berpuasa jika mereka tidak mampu puasa. Begitu pun orang-orang yang bekerja berat sebagai mata pencahariannya, seperti orang-orang yang bekerja di dalam pertambangan, atau orang-orang yang telah dihukum dengan kerja paksa, sehingga sulit sekali melakukan puasa.
Mereka semuanya dapat mengganti hari-hari puasa mereka dengan fidyah, sebagaimana firman Allah SWT,
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 5 Serum Penumbuh Rambut Terbaik untuk Rambut Menipis dan Area Botak
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Review Film Method Acting: Menyingkap Tragedi di Balik Tawa dan Topeng Dunia Hiburan
-
Persija Gagal Juara Super League, Mauricio Souza Soroti Kehilangan 11 Poin Kandang
-
Minggu Cerah, Ini 5 Shio Paling Hoki dan Bangkit dari Masa Sulit pada 24 Mei 2026
-
Anime Takopi's Original Sin Resmi Hadirkan Film Kompilasi, Ada Adegan Baru
-
7 Fakta Gila Persib Bandung Hattrick Juara Liga Indonesia, Cetak Sejarah Baru!
-
Bukan Sekadar Estetik: Alasan Mengapa Menepi ke Alam Kini Menuntut Tanggung Jawab Baru
-
Waspada! Kemenkes Sebut Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Eliano Reijnders Sebut Fanatisme Bobotoh Mengalahkan Atmosfer Kegilaan Eropa
-
Terpopuler: Rekomendasi HP Vivo Seri Terbaik, 7 Laptop Pesaing MacBook Neo
-
Masa Depan Mauricio Souza di Persija Mulai Terungkap, Hengkang atau Bertahan?