SuaraBandungBarat.id - Bagaimana cara orang tua mendampingi anak yang sudah memasuki masa baligh? Berikut penjelasannya
Dalam ajaran Islam, dikenal istilah baligh yaitu saat dimana seseorang baik perempuan maupun laki-laki telah mencapai kedewasaan.
Pada masa baligh ini sangat penting difahamkan kepada anak-anak bahwa dirinya telah dewasa dan mesti bertanggungjawab terhadap perbuatannya dihadapan sang Maha Kuasa.
Pakar parenting Nasional, Yanti Tanjung menyebutkan bahwa kesiapan anak pasca baligh sangat ditentukan pendidikan anak di usia prabaligh, saat usia dini maupun usia mumayyiz.
"Kesuksesan pedidikan di usia prabalgh sangat menentukan kesiapan anak saat dia di usia baligh. Maka orang tua harus mengoptimalkan diri mendidik anak-anak prabaligh dan harus tuntas di setiap target yang diinginkan syariah Islam terhadap anak baik pola berpikir Islami maupun pola sikap islami." jelas Yanti dikutip dari akun media sosial pribadinya, Jum'at, (24/02/2023)
Penulis buku Mendidik Anak Prabaligh ini juga menyebutkan jika orangtua sudah memberikan pola asuh dan didik yang benar maka anak yang tadinya manja, pas fase baligh tidak lagi, justru tidak hanya pandai mengurusi urusan dirinya tapi juga kreatif mengurusi urusan orang lain.
"Seharusnya jika proses pendidikan Islam sesuai target,maka usia 10 tahun anak sudah memiliki kepribadian Islam, memiliki kecerdasan berpikir islami dan kesalehan jiwa dan sejumlah keterampilan hidup untuk memimpin dan kemandirian" tuturnya.
Sehingga menurutnya, saat anak mengalami baligh pertama tidak perlu ada episode kegalauan tapi yang ada adalah kepercayaan diri sebagai manusia dewasa yang sudah memahami segala konsekuensi dari keimanan.
" Kalau tohpun ada kegalauan itu bisa segera dikendalikan sebab sudah cukup tsqafah Islam dalam benak dan memiliki habit yang baik dalam ibadah dan ketaatan kepada Allah swt sejak rentang usia 7-10 tahun" pungkasnya. (*)
Baca Juga: Baiquni Wibowo Tak Ajukan Banding Atas Vonis Satu Tahun Bui, Jaksa Masih Pikir-pikir
Berita Terkait
-
Update Kasus Pelecehan Anak oleh Mantan Camat Bekasi, KPAD: Kami Sudah Dampingi Sebelum Viral
-
Pusing Karena Anak Tidak Patuh? Berikut Cara Untuk Mendidik Anak Agar Nurut Kepada Orang Tua
-
Tak Hanya Dianiaya, Mario Anak Mantan Pejabat DJP Ternyata Juga Paksa David Push Up 50 Kali dan Lakukan Sikap Tobat
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Daerah Makin Cari Cara Tak Bergantung Dana Pusat, Fiskal Jadi Fokus APEKSI Kalimantan
-
Blackout Sumatra Berulang, Ketahanan Sistem Kelistrikan Nasional Kembali Dipertanyakan
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Harga Sawit Anjlok Pasca Pidato Prabowo, PKS di Riau Diimbau Beli TBS Sesuai Aturan
-
Heboh! Bocah Tertangkap Curi Dompet Menangis Minta Diviralkan
-
Mendagri Tito: Mayoritas Wilayah Terdampak Banjir di Sumatera Berangsur Normal
-
Maimon Herawati Ungkap 'Silent Hero' di Balik Bebasnya 428 Relawan Global Sumud Flotilla
-
Guru Honorer di Riau Mengajar hingga Akhir 2026, Gaji Diambil dari Dana BOS
-
Janji Humanis Cuma Slogan? Aksi Kasar Satpol PP Usir Tukang Es Krim di CFD Jakarta Panen Kecaman
-
Barry Likumahuwa Tampil di POP: SELAH, Ruang Ibadah Musik yang Intim di Jakarta