/
Minggu, 09 April 2023 | 18:27 WIB
Ilustrasi , Ramadhan yang harus dipenuhi dengan ibadah. (Freepik Pikisuperstar)

SuaraBandungBarat.id – Umat Muslim telah setengah jalan dalam melaksanakan ibadah wajib di bulan Ramadhan, banyak orang semakin gencar dalam beribadah dan berlomba-lomba dalam beramal saleh.
 
Alunan dzikir tak surut diucapkan bibir, bulir tasbih terus disentuh oleh jemari, dan kalam Ilahi mengalir semakin deras.
 
Imam Al-Mawardi, salah satu ulama madzhab Syafi’iyah menyampaikan sebuah nasihat emas, seperti dikutip dari kanal YouTube Muhammad Nurul Dzikri pada Minggu (09/04/2023).
 
“Barangsiapa yang mengingat kekuasaan Allah SWT, maka dia tidak akan gunakan kekuasaan Allah SWT yang Allah berikan kepada dirinya untuk mendzholimi hamba-hamba Allah SWT,”
 
Dalam hadits Imam Ahmad, Nabi Muhammad SAW mendapat pertanyaan, “Siapa ahli puasa terbaik?” Kemudian Nabi SAW mengatakan “Yang paling banyak mengingat Allah SWT ketika berpuasa.”
 
Di antara bentuk mengingat dan berdzikir kepada-Nya salah satunya dengan mengingat bahwa apa yang kita miliki sebenarnya bukan milik kita, melainkan hal tersebut merupakan kekuasaan Allah yang Dia titipkan kepada makhluk-Nya.
 
“Ketika kita mampu berbicara, itu bukan kemampuan kita, itu adalah kemampuan Allah yang membuat kita bisa berbicara. Kalau Allah cabut itu, kita tidak bisa bicara apapun,” papar Ustadz Muhammad Nurul Dzikri.
 
Orang yang mengingat Allah SWT akan memiliki keyakinan bahwa Allah akan menghisab dirinya kelak.
 
Seperti dalam Q.S Al Qiyamah:36 yang berbunyi
 

 
Artinya: “Apakah manusia mengira akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggungjawaban)?”
 
dan dalam Q.S At-Takasur:8 yang berbunyi
 

 
Artinya: “Kemudian, kamu pasti benar-benar akan ditanya pada hari itu tentang kenikmatan (yang megah di dunia itu).”
 
Itulah orang-orang yang terus mengingat Allah SWT sehingga dirinya terjaga, baik itu sikap, perbuatan, tutur kata, pendengaran, hingga penglihatannya, sebab ia menyadari bahwa Allah SWT senantiasa mengetahui, mendengar, dan melihat apa-apa yang dikerjakan oleh ciptaan-Nya.
 
“Dia tidak akan gunakan kemampuan yang Allah kasih ke dia untuk hal-hal yang maksiat, dan itulah orang-orang yang bertaqwa, itulah orang-orang yang berpuasa,” papar Ustadz Muhammad Nurul Dzikri.
 
Keyakinan tersebut yang membuat seseorang tunduk dan menghinakan diri di hadapan Allah SWT semata.(*)
 
Sumber: YouTube Muhammad Nurul Dzikri

Load More