SuaraBandungBarat.id - Penyanyi Brisia Jodie membuat pengakuan yang mengejutkan tentang perlakuan mantan pacarnya terhadap dirinya saat masih berstatus pacaran. Ia mengaku sering mendapatkan kekerasan dari mantan pacarnya, bahkan sampai dipukuli dan kepalanya diinjak. Hal ini terungkap pertama kali saat ia berbincang santai bersama Natasha Wilona dalam channel Youtube iWil Network.
Tidak jarang kita mendengar tentang kasus kekerasan dalam hubungan percintaan yang sering kali tidak dilaporkan atau bahkan diabaikan oleh korban. Kasus ini menjadi salah satu contohnya, di mana Brisia Jodie mengalami kekerasan dari mantan pacarnya namun tidak mengambil tindakan apa pun selama hubungan mereka berlangsung.
Dalam percakapan itu , Natasha Wilona bertanya “Kasarinnya verbal atau benar-benar langsung fisik?" tanya Natasha Wilona penasaran.
"Langsung bum..bum..bum!!" ucap Jodie sambil mempraktikkan perbuatan sang mantan pacar padanya dulu. Jodie menyebut jika mantannya itu pernah memukulinya di bagian kepala. Tak berhenti di situ, sang mantan kemudian menginjak kepalanya di tanah. "Iya, dipukul pernah bagian kepala," kata Jodie.
Pengakuan Jodie tersebut lagi-lagi membuat Natasha Wilona syok. "Ini seriusan? terus kamu nangis apa kamu lawan balik Jod?" sahut Natasha Wilona. "Nangislah, masak aku lawan," jawab Jodie. Ternyata kekerasan fisik yang dialami Jodie tak berhenti sampai di situ.
"Pernah juga kayak mulutku itu diinjak pakai sandal yang ada tanah basahnya banyak gitu," tuturnya.
Kini setelah dirinya dikenal banyak orang, Jodie menyebut mantannya itu telah meminta maaf padanya. "Dia minta maaf, kirim DM (Direct Message) aku minta maaf banyak banget," tuturnya. "Dia buka cafe di dekat rumahnya, terus aku tetap promoin," terang Jodie. Jodie mengaku jika awalnya dia tak berani menceritakan apa yang dialaminya ini kepada keluarga. “Aku sebenarnya nggak pernah bisa cerita ini ke keluarga," lanjut Jodie.
Toxic relationship seperti yang dialami oleh Brisia Jodie sangatlah berbahaya dan berdampak negatif terhadap kesehatan mental dan fisik korban. Dalam banyak kasus, korban kekerasan dalam hubungan percintaan merasa sulit untuk mengakhiri hubungan tersebut karena berbagai alasan seperti rasa takut, perasaan bersalah, atau bahkan merasa bahwa mereka pantas mendapatkan perlakuan buruk tersebut. (*)
Sumber berita: YouTube / Iwill Network
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Ditipu Calo? Impian Nonton Piala Dunia 2026 Kakek 89 Tahun Pupus, Tiket Rp90 Juta Tak Kunjung Datang
-
Eks Walkot Bikin Heboh! Pakai Busana Terbuka Saat Rayakan Kemenangan Meksiko
-
Senator Republik Prediksi Donald Trump Bakal Ambil Paksa Selat Hormuz
-
Rahang Patah Tak Halangi Pemain Austria Tampil Mati-matian Jelang Lawan Argentina
-
Pemain Liverpool: Apa yang Dilakukan Lionel Messi Tak Masuk Akal!
-
Joget Gemoy Ratu Belanda di Ruang Ganti Usai Curacao Tahan Imbang Ekuador Viral
-
Daftar Lengkap 10 Pencetak Gol Termuda Piala Dunia: Lamine Yamal Lewati Messi
-
Kurang dari 16 Jam untuk Persiapan! Iran Tercekik Aturan AS, Ghalenoei Protes Keras
-
Hasil Spanyol vs Arab Saudi: Matador Tanduk Elang Hijau, Lamine Yamal Sejajar Pele
-
Argentina Lawan Austria di Dallas, Kota Terkutuk buat Maradona