SUARA BANDUNG BARAT - Beredar video yang menyebut jika Jokowi rela membayar Rp 500 Triliun ke Badan Pengawas Pemilu untuk menjegal Anies Baswedan mendaftarkan diri sebagai calon Presiden.
Video yang diunggah akun SARJANA MUDA itu juga menyebut jika alasan kenapa Jokowi membayar Bawaslu karena ambisi Jokowi yang hendak menjadi presiden 3 periode.
Video tersebut berjudul, "BREAKING NEWS ~ NGOTOT 3 PERIODE!! JOKOWI RELA BAYAR 500 T KE BAWASLU DEMI JEGAL ANIES".
Ditambah dengan keterangan, "DEMI AMBISI 3 PERIODE JOKOWI RELA BAYAR 500 T KE BAWASLU DEMI JEGAL ANIES" sebagaimana kami kutip pada Selasa (13/6/2023).
Penulis mencoba menelusuri kebenaran video tersebut dan menemukan bahwa keterangan pada thumbnail video berbwda dengan isi subtansinya.
Dalam video hanya berisikan tentang kumpulan potongan video Anies Baswedan termasum saat Anies bersilaturahmi ke para ulama, habib dan tokoh se-madura serta potongan video pakar Hukum dan Tata Negara, Refly Harun.
Adapun, narasi pada video tersebut serupa dengan isi artikel yang termuat dalam pantau.com dengan judul, "Bawaslu Sebar SMS Larang Safari Politik Anies, Refly Harun: Bikin Ngakak dan Kurang Kerjaan,".
Narasi tersebut juga identik dengan artikel yang ada dalam liputan6.com dengab judul, "Tolak Kedatangab Anies Baswedan di Jatim, Kelompok PNIB Tebar Spanduk di Sejumlah Posisi" yang diunggah Kamis (16/3/2023) silam.
Artikel itu berisikan kunjungan Anies Baswedan di Jawa Timur yang mendapat penentangan dari kelompok Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu (PNIB) di sejumlah titik di Surabaya.
Baca Juga: Gak Semuanya Enak! Ini Dia Perbedaan Hubungan Badan di Film dan Dunia Nyata
Sampai detik ini pemberitaan arus utama belum sedikit pun membahas bahkan mengonfirmasi bahwa Jokowi membayar Rp 500 T untuk menjegal Anies Baswedan agar tidak jadi mengikuti Pilpres 2024 mendatang.
Maka, video yang menyabarkab hal tersebut adalah hoaks, untuk itu jangan mudah percaya dan terus saring informasi yang didapat agar tidak terjebak informasi yang menyesatkan. (*)
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Perang Meluas di Timur Tengah: Iran Hantam Arab Saudi, Bahrain, Qatar, Kuwait dan Uni Emirat Arab
-
Iran Bom Markas Besar Angkatan Laut AS! Lalu Tembakkan 75 Rudal ke Israel
-
Sabtu Pagi Teheran Dibom, Sabtu Sore Iran Langsung Kirim Rudal ke Israel
-
Kedubes Iran di Indonesia Kecam Serangan AS-Israel, Sebut Pelanggaran Berat Piagam PBB
-
'Labbaik Ya Hussein', TV Iran Siarkan Lagu Perang, Siap Balas Serangan AS dan Israel
Terkini
-
Pentingnya Belajar Ilmu Agama, Pasutri Pamer Batal Puasa karena Lupa Mandi Junub
-
5 Rekomendasi Mobil Bekas Rp50 Jutaan untuk Mudik Lebaran 2026
-
Serangan AS-Israel: Liga Iran Resmi Dihentikan, Pemain Asing Pilih Angkat Kaki
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Pangkalan AS, Timur Tengah di Ambang Eskalasi
-
Sampai Kapan Batas Penukaran Uang Baru 2026? Ini Cara dan Aturannya
-
Sequis Life Gelar Customer Gathering untuk Perkuat Hubungan Nasabah
-
Media Italia Klaim Jay Idzes Sebagai Rekrutan Terbaik Sassuolo Musim Ini
-
Tuhan Nggak Butuh Pengacara: Belajar Beragama "Santuy" tapi Berisi Bareng Mbah Nun
-
HP Rp 1 Jutaan, REDMI A7 Pro Resmi di Indonesia: Baterai 6.000mAh, HyperOS 3
-
Aktivis Muhammad Husein Ungkap Tanda-Tanda Perang Sebelum Israel Bombardir Iran