SUARABANDUNGBARAT - Kasus yang melibatkan mantan pasangan selebriti Indonesia, Saipul Jamil dan Dewi Perssik, kembali memasuki babak baru setelah King Saipul Jamil melaporkan Dewi Perssik terkait fitnah dan tuduhan.
Saipul Jamil menjelaskan alasan di balik pelaporan ini serta kronologi peristiwa yang memicu langkah hukum tersebut.
King Saipul Jamil, yang dikenal sebagai seorang penyanyi mengungkapkan bahwa laporan ini merupakan langkah yang diambil setelah ia merasa difitnah dan dituduh oleh Dewi Perssik dalam berbagai hal, termasuk tuduhan terkait kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan penyimpangan seksual.
"Gak ada itu KDRT dan penyimpangan sosial, karena kan gue dipenjara pas udah nggak sama dia," katanya dilansir dari Youtube Intens Investigasi.
Menurut King Saipul Jamil, fitnah dan tuduhan tersebut merusak reputasinya serta menciptakan ketidaknyamanan di lingkungan sosial dan media sosial.
Dalam keterangannya, King Saipul Jamil mengungkapkan bahwa sebelumnya ia telah memberikan somasi kepada Dewi Perssik dua kali, namun tidak mendapatkan tanggapan.
Ia mengaku bahwa pelaporan ini merupakan upaya terakhirnya untuk mendapatkan keadilan dan membersihkan namanya dari tuduhan yang ia anggap tidak benar.
King Saipul Jamil juga menyebut bahwa dalam beberapa video yang diunggah oleh Dewi Perssik, terdapat tuduhan yang merugikan reputasinya.
Tuduhan-tuduhan tersebut melibatkan isu KDRT dan penyimpangan seksual yang, menurut King Saipul Jamil, tidak memiliki dasar yang kuat dan sebenarnya telah diatasi di masa lalu.
Baca Juga: Viral! Rayyanza Ogah Sentuh Ayu Dewi, Tapi Endingnya Bikin Ngakak
Dalam keterangannya, Saipul Jamil juga menyoroti pentingnya tanggung jawab dalam penggunaan media sosial.
Ia mengingatkan bahwa media sosial bukanlah wadah untuk menyebarkan fitnah, mencemarkan nama baik, atau menghina orang lain.
Ia berharap bahwa tindakan pelaporan ini dapat menjadi pesan kepada masyarakat agar lebih bijak dan bertanggung jawab dalam menggunakan media sosial.(*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Beredar 24 Nama Terseret Kasus BGN, Kuasa Hukum Sony Sonjaya: Nama Itu Sudah Diserahkan ke Penyidik
Pilihan
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
Terkini
-
Imbau Daerah Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Mendagri Optimistis Bakal Gerakkan Perekonomian
-
'Tak Ada Penangkapan!' Kapolres Jaksel Bantah Tudingan Represif di Aksi Mahasiswa GMNI Pancoran
-
Gangguan Akses CCTV Publik Saat Aksi Unjuk Rasa di Sudirman Bukan dari Sistem Pemprov DKI
-
Pemprov Jatim Raih 2 Penghargaan Garuda AI Impact Summit
-
Mind Corner di Liga Universitas 2026, Ruang Menyadari Pentingnya Kesehatan Mental dan Perdamaian
-
Bukan Sekadar Teknologi, AI Ternyata Juga Bisa Tingkatkan Kualitas Hidup Manusia
-
Drama Comeback dan Tangis Tuan Rumah Warnai Semifinal Campus League The Nationals 2026
-
Massa di Sudirman Bubar: Mahasiswa Mundur Pertama, Disusul Kelompok 'Baju Hitam'
-
Berulang Kali Digosipkan Pencucian Uang hingga Suap, Raffi Ahmad Trauma Bekerja di Pemerintahan?
-
Mahasiswa Sudah Pergi, Siapa Massa Berbaju Hitam yang Masih Bertahan di Sudirman?