/
Kamis, 31 Agustus 2023 | 07:03 WIB
Seksolog dr. Boyke mengingat dampak polusi udara bisa mengganggu kesuburan pria dan wanita. (Suara.com/Oke Atmaja)

SUARA BANDUNG BARAT - Rupanya polusi udara bukan hanya berdampak buruk terhadap sistem pernapasan saja.

Polusi udara ini juga bisa memberikan dampak buruk pada fertilitas atau kesuburan.

Sebagaimana diungkapkan Seksolog dr. Boyke. Menurut dia udara yang sudah tercemar polutan umumnya banyak sekali mengandung senyawa beracun.

Senyawa beracun itulah yang dapat memengaruhi kesuburan, bahkan bukan hanya wanita saja melainkan juga pria.

Berdasarkan pernyataannya lewat kanal YouTube Kacamata dr. Boyke, dari data yang dikumpulkan, Indonesia mengalami peningkatan angka infertilitas dibanding 30 tahun yang lalu.

Menurut dr. Boyke, pada tahun 1990 di Indonesia khususnya Jakarta memiliki 10-15 persen angka infertilitas, sementara tahun 2023 ini naik menjadi 20 persen.

Pada pria, polusi udara membuat jumlah produksi sperma berkurang, memperlambat gerakan sperma hingga menghasilkan sperma yang cacat.

"Jadi, spermanya banyak yang gak punya ekor, sperma yang terpotong kepalanya, itu semua akibat dari polusi udara," kata dr. Boyke.

Polusi udara juga berisiko mengganggu kesuburan pada wanita, yakni rentan mandul hingga menghasilkan sel telur yang  lebih sedikit.

Baca Juga: Detik-Detik Avanza Dihantam Kereta Api, Begini Kondisi Penumpang serta Mobil yang Ditumpanginya

Sel telur yang dihasilkan menjadi rentan, mudah sekali terinfeksi, kualitas telurnya jelek dikatakan dr. Boyke.

Bahkan, menurutnya ada penelitian yang menyebutkan apabila kualitas sel telurnya jelek, maka lebih mudah terjadinya keguguran.

"Itu juga mengakibatkan lahir bayi juga lebih prematur, itu baru dari sisi pembuahan, dan kondisi di dalam kandungan, termasuk pertumbuhan janin yang terhambat, jadi efeknya kayak merokok juga gitu, lebih global," katanya.

Berdasarkan laporan dari laman IQAIR, per 30 Agustus 2023, Indonesia menduduki peringkat kedua negara di dunia yang mengalami polusi udara tertinggi menyusul Dhaka, Bangladesh di posisi pertama.

Kemudian, dr. Boyke memberikan saran agar kesuburan semakin terjaga di tengah meningkatkan polusi udara.

"Jadi harus bagaimana? anggaplah semua polutan itu radikal bebas, jadi tolong pertama dalam diet itu mesti banyak makan sayuran dan buah," katanya.

Load More