SuaraBandungBarat - Mempunyai momongan atau anak biasanya menjadi impian banyak pasangan di seluruh dunia.
Terlebih, bagi orang juga berpandangan jika menikah salah satu tujuannya adalah untuk memiliki buah hati.
Namun, tak sedikit pasangan yang malah tak mau untuk segera memiliki buah hati, faktor penyebabnya bisa bervariasi, salah satunya ialah kesiapan dari pasangan tersebut.
Tak heran banyak pasangan yang menggunakan berbagai macam cara agar tidak segera memperoleh anak sesaat setelah menikah.
Banyak pasangan yang memilih menggunakan alat kontrasepsi atau pun melakukan program keluarga berencana (KB).
Penggunaan alat kontrasepsi dan KB tersebut adalah salah satu ikhtiar dari pasangan suami istri untuk dapat menunda kehamilan.
Namun, selain melakukan dua hal tersebut sebenarnya ada cara-cara lain yang lebih alami bagi pasutri untuk dapat menunda kehamilan.
Salah satunya adalah dengan melakukan KB alami atau sebuah program menunda kehamilan yang dilakukan tanpa menggunakan obat, alat dan atau prosedur tertentu.
Adapun, cara untuk melakukan KB alami adalah dilakukan dengan cara-cara sebagaimana berikut ini :
Baca Juga: Arsjad Rasjid Ditunjuk sebagai Ketua Tim Pemenangan Ganjar, Andika Perkasa Jadi Wakil Ketua
Pertama-tama, ketika melakukan senggama atau kewajiban suami istri, dipastikan melakukan metode senggama terputus.
dr. Silvia sebagaimana kami kutip dalam kanal YouTube Dokter 24 mengatakan metode senggama terputus adalah menarik alat vital pria dari alat vital perempuan sebelum ejakulasi.
Atau banyak orang lebih mengenalnya dengan keluar di luar. Hal ini merupakan satu cara untuk melakukan metode KB alami bagi pasutri.
Akan tetapi, tentunya tidak semua orang dapat berkonsentrasi penuh saat melakukan hubungan badan.
Untuk itu, KB alami dengan cara ini tetap berisiko untuk tetap membuat istri hamil, karena sang suami bisa saja mengeluarkan sedikit cairan saat penetrasi.
Cairan yang dimaksud mungkin saja mengandung sel anak yang dapat menyebabkan kehamilan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Skenario Perang Nuklir Israel-Iran, Pakar: Opsi Terakhir yang Risikonya Terlalu Besar
-
7 Hal yang Wajib Diketahui Soal Kebijakan Angkot Puncak Diliburkan Saat Lebaran
-
Kronologis Mobil Berisi Bom Tabrak Sinagoge Michigan: 140 Anak Nyaris Jadi Korban, 30 Orang Dirawat
-
Dukung Pemkab Bogor, Ketua DPRD Sastra Winara Ajak Masyarakat Rayakan Idul Fitri di Pakansari
-
Nekat Narik Angkot dan Becak di Jalur Mudik Jabar, Ini Sanksinya
-
AS Diteror Mantan Tentaranya Sendiri: Tembaki Kampus, 4 Orang Jadi Korban
-
Menegangkan! Evakuasi Bayi 3 Hari Lewat Jendela Saat Banjir 1 Meter Kepung Ciledug
-
Terbukti Pungli Miliaran ke Ribuan Guru, Pejabat Kemenag Bogor Hanya Turun Pangkat
-
Jika Prabowo-DPR Sepakat, Purbaya Siap Naikkan Defisit APBN 3 Persen
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus