Entertainment / Gosip
Selasa, 28 April 2026 | 16:22 WIB
Taksi Green SM kini tengah menjadi sorotan karena diduga menjadi salah satu penyebab dalam kasus kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026). [Instagram]
Baca 10 detik
  • Kecelakaan maut melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL terjadi di Bekasi Timur pada 27 April 2026.
  • Publik menyoroti dugaan rekrutmen pengemudi taksi listrik yang tidak berkualitas serta memiliki rekam jejak yang bermasalah.
  • Manajemen Green SM Indonesia dikritik keras karena tidak menyampaikan permohonan maaf resmi atas tragedi kecelakaan tersebut.

Suara.com - Setelah kecelakaan maut yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Bekasi Timur pada Senin, 27 April 2026 malam, identitas pengemudi taksi listrik Green SM kini menjadi sasaran empuk kemarahan netizen. 

Publik membongkar asal-usul para pengemudi "taksi hijau" tersebut yang diduga memiliki rekam jejak buruk di dunia transportasi.

Isu ini mencuat setelah akun X @ekawicaksana mengungkapkan bahwa pola rekrutmen pengemudi taksi tersebut disinyalir bermasalah.

Dia menyebut banyak dari mereka adalah "buangan" dari perusahaan taksi konvensional yang lebih besar.

"Sudah jadi rahasia umum, bahwa sopir-sopir taksi ijo lumut itu kebanyakan adalah pengemudi yang tidak lulus kualifikasi atau pengemudi 'nakal' dari BlueBird sebelumnya," tulis Eka dalam unggahannya pada Selasa, 28 April 2026.

"Kalian akan banyak menemukan pengemudi taksi ijo ini yang nyetir ugal-ugalan, tidak patuh rambu lalu lintas."

Akibat perilaku ugal-ugalan ini, kecelakaan yang melibatkan armada tersebut dilaporkan sering terjadi hingga berujung pada tragedi maut di Bekasi yang merenggut nyawa pejuang nafkah. 

Namun, bukannya meredam situasi, pernyataan resmi dari manajemen Green SM Indonesia justru makin menyulut api.

Netizen menyoroti ketiadaan empati dalam surat klarifikasi yang dikeluarkan perusahaan. 

Baca Juga: YLKI Pertanyakan Infrastruktur dan Sistem Keselamatan PT KAI dalam Kecelakaan KRL di Bekasi

"Udah gila, enggak ada kata 'maaf' satupun di pernyataannya. Hello? @id_greensm," kritik akun @fyia*** sambil melampirkan surat pernyataan yang dianggap kaku layaknya buatan AI.

Dalam pernyataan resminya, Green SM Indonesia hanya menyatakan telah menyampaikan informasi kepada pihak berwenang dan mengklaim tetap menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama. 

Tidak adanya permohonan maaf secara terbuka bagi korban jiwa dan luka-luka membuat netizen makin geram.

"Makanya dari awal, gue enggak pernah mau naik taksi ijo sialan ini. Takut kenapa-napa di jalan," tambah Eka menekankan keraguan publik terhadap aspek keselamatan penumpang.

Hingga saat ini, polisi masih mendalami kelalaian sopir taksi hijau tersebut sebagai pemicu awal tabrakan beruntun kereta api. 

Sementara itu, publik mendesak adanya evaluasi total terhadap izin operasional perusahaan taksi listrik tersebut sebelum jatuh korban lebih banyak di kemudian hari.

Load More