SUARA BANDUNG BARAT - Kota Garut, yang terletak di Provinsi Jawa Barat, Indonesia, memiliki sejarah yang kaya dan beragam.
Sebagai salah satu kota penting di wilayah Jawa Barat, Garut telah menyimpan berbagai cerita menarik sepanjang masa.
Yuk simak sejarah dan asal-usul kota Garut selengkapnya.
Dilansir Suara Bandung Barat dari kanal YouTube Hadewe Channel, Senin (09/10/2023). Berikut ini fakta tentang asal-usul dan sejarah kota Garut.
1. Awal Mula Sejarah Garut: Pembubaran Kabupaten Limbangan
Sejarah Garut dimulai pada awal abad ke-19, ketika Belanda menguasai Indonesia. Pada tahun 1811, Gubernur-Jenderal Daendels memutuskan untuk membubarkan Kabupaten Limbangan.
Keputusan ini diambil karena produksi kopi di daerah tersebut terus merosot, dan bupatinya menolak perintah untuk beralih ke tanaman nila. Inilah titik awal dari perubahan sejarah wilayah ini.
2. Pembentukan Ulang Kabupaten Limbangan
Pada tahun 1813, Letnan Gubernur Raffles mengeluarkan surat keputusan untuk membentuk kembali Kabupaten Limbangan.
Namun, lokasi yang awalnya dipilih ternyata tidak cocok sebagai ibukota baru. Air bersih sulit didapat di sana, sehingga panitia mencari tempat lain.
3. Asal Mula Nama "Garut"
Asal mula nama "Garut" memiliki cerita menarik. Saat panitia sedang mencari lokasi ibukota yang cocok, mereka menemukan sebuah daerah yang dianggap sesuai.
Di tempat tersebut, terdapat mata air yang mengalir ke Sungai Cimanuk, dan pemandangan alam yang indah dengan gunung-gunung.
Seperti Gunung Cikuray, Gunung Papandayan, Gunung Guntur, Gunung Galunggung, Gunung Talaga Bodas, dan Gunung Karacak.
Pada saat ditemukan, mata air tersebut berupa sebuah telaga kecil yang tertutup semak belukar berduri.
Saat seorang panitia, seorang Belanda, tergores oleh semak belukar tersebut dan ditanya mengapa darah mengalir, dia menjawab dengan menyebutkan bahwa tangannya "kakarut."
Namun, Belanda tersebut tidak pasih berbahasa Indonesia dan salah mengucapkan kata "kakarut" sehingga menjadi "gagarut."
Sejak saat itu, tanaman berduri di daerah itu disebut "Ki Garut," dan telaga tersebut dinamai "Cigarut." Inilah asal mula nama "Garut."
4. Pembentukan Ibukota Kabupaten Garut
Pada tanggal 15 September tahun 1813, Garut secara resmi menjadi ibukota Kabupaten Limbangan.
Pada tahun 1821, Kabupaten Limbangan pindah dari Suci ke Garut, menandai awal peran penting Garut sebagai pusat pemerintahan.
5. Perkembangan Kota Garut
Perkembangan fisik Kota Garut dapat dibagi menjadi tiga periode. Yaitu;
- Periode pertama (1813-1920) adalah masa awal pembentukan kota dengan pembangunan pemerintahan kolonial Belanda, perkebunan, dan penggalian sumber mineral.
- Periode kedua (1920-1940) melihat perkembangan konsentris, dengan pembangunan fasilitas seperti stasiun kereta api, kantor pos, apotek, sekolah, hotel, pertokoan, dan pasar.
- Periode ketiga (1940-1960-an) menandai pertumbuhan zona perdagangan, pendidikan, permukiman, dan penduduk.
Wilayah perkotaan Garut meliputi desa-desa seperti desa Kota Kulon, desa Kota Wetan, dan desa Margawati.
6. Perubahan Nama Menjadi Kabupaten Garut
Pada tahun 1913, nama Kabupaten Limbangan diganti menjadi Kabupaten Garut, dan ibukotanya tetap di Garut Kota.
Perubahan ini mencerminkan perjalanan sejarah yang panjang dan peran penting Garut dalam wilayah Jawa Barat.
7. Penetapan Hari Jadi Garut
Hari jadi Garut pertama kali diperingati pada tanggal 16 Februari 1813,
Tetapi berdasarkan Perda Kabupaten Garut nomor 30 tahun 2011 hari jadi Garut dipindahkan ke tanggal 7 Mei 1913.
Penetapan hari jadi ini mengikuti temuan tim pencari fakta sejarah.
Nah, itulah sejarah kota Garut, tentang perubahan, pembangunan, dan peran pentingnya dalam sejarah Jawa Barat.
Kota ini telah mengalami transformasi dari awal yang sederhana menjadi salah satu kota yang penting dan berkembang di Indonesia.
Sumber:
YouTube Hadewe Channel
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
Pilihan
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
Terkini
-
Realita Pahit Lulusan SMK: Niatnya Bantu Keluarga, Malah Terjebak Gaji Kecil di Luar Kota
-
Meski Sepakat Gencatan Senjata, Donald Trump Blak-blakan Militer AS Masih Siaga di Dekat Iran
-
Waspada! Obat Tetes Mata Mengandung Steroid Bisa Picu Katarak
-
Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak
-
7 Sepeda Listrik dengan Fitur Fast Charging Terbaik, Cocok untuk Bepergian Harian
-
Sepotong Ayam Bumbu
-
Aliran Duit Rp200 Juta dan Bayang-bayang Mafia Kasus Narkoba di Pekanbaru
-
Nenek Masita Siap Berangkat Haji Usia 94 Tahun, Bagaimana Kesiapan Kementerian Haji?
-
Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan
-
CFX Dorong Kepercayaan Aset Digital Lewat Forum Diskusi CFX Connect Vol.2