News / Internasional
Kamis, 09 April 2026 | 15:20 WIB
Donald Trump sebut militer AS masih berada di dekat Iran. [Dok. Antara]
Baca 10 detik
  • Presiden Donald Trump menegaskan militer AS tetap siaga di sekitar Iran hingga tercapai kesepakatan damai yang final.
  • Israel melancarkan serangan besar ke Lebanon yang menewaskan 250 orang dan menyebabkan pemerintah Lebanon menetapkan berkabung nasional.
  • AS dan Israel menegaskan operasi militer di Lebanon tidak termasuk dalam cakupan gencatan senjata antara AS dan Iran.

Suara.com - Presiden Donald Trump menegaskan bahwa kekuatan militer Amerika Serikat (AS) tetap disiagakan di sekitar Iran, meskipun kedua negara telah menyepakati gencatan senjata sementara selama dua pekan.

Menurutnya kehadiran militer tersebut akan dipertahankan hingga tercapai kesepakatan yang benar-benar final.

"Semua kapal, pesawat, dan personel militer AS, beserta amunisi, persenjataan, dan segala sesuatu yang sesuai dan diperlukan untuk penuntutan dan penghancuran mematikan terhadap musuh yang sudah sangat melemah, akan tetap berada di dan sekitar Iran," tulis Trump di platform Truth Social, Rabu (8/4/2026) malam dikutip dari AFP.

Di tengah kesepakatan tersebut, situasi justru mulai menunjukkan tanda-tanda keretakan.

Israel melanjutkan operasi militernya dengan melancarkan serangan besar ke Lebanon.

Baik Washington maupun Teheran sama-sama mengklaim kemenangan usai menyepakati gencatan senjata dua minggu serta membuka jalur negosiasi untuk mengakhiri konflik.

Namun eskalasi kembali terjadi setelah Israel menggempur Lebanon secara masif.

Pemerintah Lebanon bahkan menetapkan hari berkabung nasional setelah lebih dari 250 orang dilaporkan tewas dan sekitar 900 lainnya mengalami luka-luka akibat serangan tersebut.

Dalam operasi itu, Israel mengklaim menghantam sekitar 100 target hanya dalam waktu kurang dari 10 menit.

Baca Juga: PKB Apresiasi Gencatan Senjata ASIran, DPR Dorong Indonesia Aktif Jaga Perdamaian

"Hari berkabung nasional untuk para martir dan korban luka dari serangan Israel yang menargetkan ratusan warga sipil tak berdosa dan tak berdaya," demikian pernyataan Kantor Perdana Menteri Lebanon.

Sebagai respons, otoritas Lebanon menutup kantor pemerintahan serta menurunkan bendera setengah tiang.

Sementara itu, pihak Israel menegaskan bahwa operasi militernya terhadap kelompok di Lebanon tidak termasuk dalam cakupan gencatan senjata dengan Iran.

Pernyataan serupa juga disampaikan Wakil Presiden AS, JD Vance menjelang rencana perundingan dengan Teheran di Pakistan.

"Jika Iran ingin membiarkan negosiasi ini gagal karena Lebanon, yang tidak ada hubungannya dengan mereka, dan tidak pernah sekali pun disebut oleh AS sebagai bagian dari gencatan senjata, itu pada akhirnya adalah pilihan mereka," ujarnya.

Load More