- Presiden Donald Trump menegaskan militer AS tetap siaga di sekitar Iran hingga tercapai kesepakatan damai yang final.
- Israel melancarkan serangan besar ke Lebanon yang menewaskan 250 orang dan menyebabkan pemerintah Lebanon menetapkan berkabung nasional.
- AS dan Israel menegaskan operasi militer di Lebanon tidak termasuk dalam cakupan gencatan senjata antara AS dan Iran.
Suara.com - Presiden Donald Trump menegaskan bahwa kekuatan militer Amerika Serikat (AS) tetap disiagakan di sekitar Iran, meskipun kedua negara telah menyepakati gencatan senjata sementara selama dua pekan.
Menurutnya kehadiran militer tersebut akan dipertahankan hingga tercapai kesepakatan yang benar-benar final.
"Semua kapal, pesawat, dan personel militer AS, beserta amunisi, persenjataan, dan segala sesuatu yang sesuai dan diperlukan untuk penuntutan dan penghancuran mematikan terhadap musuh yang sudah sangat melemah, akan tetap berada di dan sekitar Iran," tulis Trump di platform Truth Social, Rabu (8/4/2026) malam dikutip dari AFP.
Di tengah kesepakatan tersebut, situasi justru mulai menunjukkan tanda-tanda keretakan.
Israel melanjutkan operasi militernya dengan melancarkan serangan besar ke Lebanon.
Baik Washington maupun Teheran sama-sama mengklaim kemenangan usai menyepakati gencatan senjata dua minggu serta membuka jalur negosiasi untuk mengakhiri konflik.
Namun eskalasi kembali terjadi setelah Israel menggempur Lebanon secara masif.
Pemerintah Lebanon bahkan menetapkan hari berkabung nasional setelah lebih dari 250 orang dilaporkan tewas dan sekitar 900 lainnya mengalami luka-luka akibat serangan tersebut.
Dalam operasi itu, Israel mengklaim menghantam sekitar 100 target hanya dalam waktu kurang dari 10 menit.
Baca Juga: PKB Apresiasi Gencatan Senjata ASIran, DPR Dorong Indonesia Aktif Jaga Perdamaian
"Hari berkabung nasional untuk para martir dan korban luka dari serangan Israel yang menargetkan ratusan warga sipil tak berdosa dan tak berdaya," demikian pernyataan Kantor Perdana Menteri Lebanon.
Sebagai respons, otoritas Lebanon menutup kantor pemerintahan serta menurunkan bendera setengah tiang.
Sementara itu, pihak Israel menegaskan bahwa operasi militernya terhadap kelompok di Lebanon tidak termasuk dalam cakupan gencatan senjata dengan Iran.
Pernyataan serupa juga disampaikan Wakil Presiden AS, JD Vance menjelang rencana perundingan dengan Teheran di Pakistan.
"Jika Iran ingin membiarkan negosiasi ini gagal karena Lebanon, yang tidak ada hubungannya dengan mereka, dan tidak pernah sekali pun disebut oleh AS sebagai bagian dari gencatan senjata, itu pada akhirnya adalah pilihan mereka," ujarnya.
Berita Terkait
-
DPR Kutuk Serangan Israel ke Beirut, Dinilai Cederai Gencatan Senjata IranAS
-
Selat Malaka Milik Siapa? Bikin Singapura Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz
-
Pemerintah Indonesia Respons Positif Gencatan Senjata Iran-AS
-
Kutuk Serangan Israel, Macron Desak Lebanon Harus Diikutsertakan Dalam Gencatan Senjata AS dan Iran
-
14 Hari Penentu Nasib Dunia: Perundingan AS-Iran Gagal, Ekonomi di Ambang Kehancuran
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Mendagri Tito: Mayoritas Wilayah Terdampak Banjir di Sumatera Berangsur Normal
-
Maimon Herawati Ungkap 'Silent Hero' di Balik Bebasnya 428 Relawan Global Sumud Flotilla
-
Janji Humanis Cuma Slogan? Aksi Kasar Satpol PP Usir Tukang Es Krim di CFD Jakarta Panen Kecaman
-
Sinyal Hijau Membawa Petaka? Menelusuri Penyebab Tabrakan Argo Bromo vs KRL di Bekasi Timur
-
Mangkir Dua Kali, Polisi Bakal Jemput Paksa Terduga Pelaku Pemerkosa Siswi SLB Kalideres
-
'Kami Diperlakukan Seperti Hewan!' Kesaksian Relawan Indonesia yang Ditawan Militer Israel
-
Duduk Perkara Kakek Mujiran Dipenjara Gegara Laporan PTPN I, BP BUMN Bereaksi
-
Soroti Rentetan Kasus Kekerasan, Lukman Hakim Saifuddin: Kondisi Saat Ini Sangat Mencemaskan
-
Listrik Sumatra Utara Sudah Pulih 100 Persen, PLN Minta Warga Waspada Hoaks
-
Penuh Haru! 9 WNI Korban Penyekapan Israel Akhirnya Tiba di Indonesia