/
Jum'at, 09 Desember 2022 | 10:08 WIB
Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa di DPR (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/hp)

"Ada perlu apa?," tanya Letda Caj GER kepada Mayor Infanteri BF di hadapannya.  

Pelaku beralasan hendak melakukan koordinasi kegiatan pengamanan.

Akan tetapi karena GER tak enak badan, ia membiarkan Mayor Infanteri BF memaksa masuk ke dalam kamar dan meneruskan niatnya yakni berbincang soal koordinasi kegiatan.

Keduanya pun duduk di sofa dengan kondisi terpisah.

GER meminta BF untuk segera menyampaikan poin-poin koordinasi penugasan.

Akan tetapi Letda Caj GER secara perlahan mulai tidak sadarkan diri.

Mayor Infanteri BF yang melihat korban dalam kondisi setengah sadar langsung meraba paha serta memegang tangan GER.

GER disebut berusaha menhindar dari Mayor Infanteri BF, tapi kesadarannya terus menurun dan diduga Mayor Infanteri BF semakin melancarkan aksinya.

Pagi harinya GER sadar dan mendapati dirinya tak berpakaian. Ia pun ketakutan dan trauma.

Baca Juga: Tata Cara Mandi Besar Laki-laki yang Benar dalam Islam, Basuh dari Sisi Kanan ke Kiri

Load More