/
Minggu, 25 Desember 2022 | 19:32 WIB
Viral video sejumlah warga di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, melarung sesajen. Untuk menolak bencana.

Untuk menghindari malapetaka di musim hujan yang mengguyur wilayah Sulsel. Viral video sejumlah warga di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, memakai sesajen. Untuk menolak bencana.

Video viral tersebut diunggah akun Instagram @fakta.indo, pada Minggu 25 Desember 2022.

Dalam keterangan video disebutkan bahwa sejumlah warga Pangkep menurunkan sesajen di bawah jembatan. 

Usai hujan deras mengguyur kabupaten mereka selama dua hari dua malam.

"Setelah hujan deras dua hari dua malam di Pangkep Sulawesi Selatan, sejumlah warga menurunkan sesajen di bawah jembatan Kab. Pangkep,” tulis @fakta.indo.

Menurut informasi, ritual itu dilakukan warga untuk menolak bala. Agar terhindar dari malapetaka di musim hujan deras yang kini tengah mengguyur sebagian besar wilayah Sulsel.

“Infonya, tujuannya untuk menolak bala agar terhindar dari malapetaka,” tulis akun tersebut.

Dilihat dari video itu, nampak sejumlah warga di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan menurunkan nampan sesajen di bawah sebuah jembatan.

Sesajen tersebut terlihat dibungkus kain. Dengan iringan musik tradisional, warga pun kemudian menurunkan sesajen itu ke sungai di bawah jembatan.

Baca Juga: Dua Strategi Anies Tentukan Cawapres: Pilih Khofifah untuk Tutup Kelemahan atau AHY untuk Kuatkan Basis

Sejumlah netizen pun bertanya untuk siapa sesajen tersebut.

"Terus sesajen itu buat siapa tujuannya?," tulis akun heyjef_

"Mungkin mereka belum tahu kalau itu syirik. Semoga Allah memberikan hidayah," tulis akun levy_priamb***

Tapi ada juga netizen yang mendukung. 

"Konsep sesajen (jaman dahulu) bukan untuk kemusyrikan. Tapi untuk merawat alam. Bila manusia pandai merawat alam, memungkinkan Tuhan memberikan kebaikan dalam kehidupannya. Kian hari sesajen bukan untuk merawat alam, bahkan kadang tidak selaras dengan alam," tulis akun rifqikhoi**.

"Cukup hargai dan hormati kepercayaan orang lain. Jangan menjudge atau mendebatkannya," tulis dwii_mhe**

Load More