Otomotif / Mobil
Kamis, 09 April 2026 | 12:55 WIB
Berapa Harga 1 Kwh Mobil Listrik di SPKLU? (Freepik)

Suara.com - Mobil listrik kini semakin diminati sebagai kendaraan harian. Bukan tanpa alasan, selain lebih ramah lingkungan, biaya operasional mobil listrik juga dikenal jauh lebih hemat dibandingkan mobil berbahan bakar minyak (BBM).

Salah satu faktor utama yang membuatnya ekonomis adalah biaya pengisian daya atau charging. Lalu, sebenarnya berapa harga 1 kWh mobil listrik di SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum) dan berapa total biaya sekali charge? Berikut penjelasan lengkapnya.

Untuk mengetahui berapa harga 1 Kwh mobil listrik di SPKLU, kita harus memahami lebih dulu aturan tarif pengisian daya listrik di SPKLU.

Di Indonesia, tarif pengisian daya mobil listrik di SPKLU telah diatur pemerintah. Berdasarkan ketentuan yang berlaku, harga listrik di SPKLU berada di kisaran Rp2.466 per kWh.

Artinya, setiap 1 kWh listrik yang digunakan untuk mengisi baterai mobil listrik akan dikenakan biaya sebesar Rp2.466. Tarif ini sedikit lebih tinggi dibandingkan tarif listrik rumah tangga, namun masih tergolong murah jika dibandingkan dengan biaya bahan bakar kendaraan konvensional.

Selain tarif per kWh, SPKLU juga mengenakan biaya tambahan untuk layanan pengisian cepat, yaitu:

  • Fast Charging (25–50 kW): Rp25.000 per sekali pengisian.
  • Ultra Fast Charging (>50–100 kW): Rp57.000 per sekali pengisian.

Biaya tambahan ini berlaku karena penggunaan daya yang lebih besar dan waktu pengisian yang jauh lebih singkat.

Cara Hitung Total Biaya Charge Mobil Listrik

Total biaya charge mobil listrik sangat bergantung pada kapasitas baterai kendaraan. Semakin besar kapasitas baterai, maka semakin besar pula biaya yang dibutuhkan untuk mengisi hingga penuh.

Baca Juga: Tahan Kenaikan Ongkos Haji, Pemerintah Rogoh Kocek Negara Rp1,77 Triliun

Sebagai contoh, jika Anda memiliki mobil listrik dengan kapasitas baterai 75,3 kWh, maka perhitungan biaya pengisian di SPKLU adalah:

Biaya charge dihitung dengan cara kapasitas baterai x tarif per kWh. Itu artinya 75,3 kWh x Rp2.466, hasilnya sekitar Rp185.740.

Dengan biaya tersebut, baterai dapat terisi penuh dari 0% hingga 100%.

Menariknya, mobil dengan kapasitas baterai sekitar 75 kWh umumnya mampu menempuh jarak hingga lebih dari 600 km dalam sekali pengisian. Jika dibandingkan dengan mobil bensin, angka ini tentu cukup hemat.

Mari bandingkan dengan mobil konvensional untuk mengetahui seberapa hemat mobil listrik. Misalnya, mobil LCGC dengan konsumsi bahan bakar rata-rata 20 km per liter.

Untuk menempuh jarak 600 km, dibutuhkan 600 km dibagi 20 km/liter = 30 liter bensin

Load More