- IHSG turun 0,15 persen ke level 7.268 akibat tekanan sentimen global.
- Konflik Timur Tengah dan kenaikan harga minyak meningkatkan ketidakpastian pasar.
- World Bank memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi RI menjadi 4,7 persen untuk 2026.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan pelemahan pada sesi I perdagangan Kamis, 9 April 2026.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG tercatat turun 11 poin atau 0,15 persen ke level 7.268.
Pilarmas Investindo Sekuritas dalam risetnya, mengungkapkan, pelemahan ini terjadi seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, terutama setelah adanya serangan baru Israel di Lebanon dan langkah Iran yang masih memblokir Selat Hormuz.
Kondisi ini dinilai menambah ketidakpastian terhadap kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran.
Seorang pejabat senior Iran bahkan menyebut adanya pelanggaran dalam proposal gencatan senjata, menyusul eskalasi terbaru di kawasan tersebut.
Pasar menilai situasi ini menunjukkan rapuhnya kesepakatan damai, sehingga mendorong pelaku pasar untuk lebih berhati-hati.
Di sisi lain, kenaikan harga minyak dunia akibat gangguan distribusi energi global turut memberikan tekanan tambahan terhadap pasar saham.
Dari dalam negeri, sentimen negatif juga datang dari revisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia oleh World Bank.
Lembaga tersebut menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 4,7 persen pada 2026, dari sebelumnya 4,8 persen.
Baca Juga: IHSG Terkoreksi Pagi Ini ke Level 7.238, Tapi Diproyeksi Menguat
Penurunan ini dipengaruhi tekanan eksternal, termasuk kenaikan harga minyak global dan meningkatnya sikap hati-hati investor di pasar keuangan internasional.
Adapun untuk rekomendasi saham, riset tersebut merekomendasikan BUY untuk saham HRTA dengan rentang support dan resistance di level 2.450 hingga 2.770.
Trafik Perdagangan
Pada perdagangan Sesi I, sebanyak 15,28 juta saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 8,82 triliun, serta frekuensi sebanyak 1,31 juta kali.
Dalam perdagangan sesi I, sebanyak 292 saham bergerak naik, sedangkan 375 saham mengalami penurunan, dan 291 saham tidak mengalami pergerakan.
Pada perdagangan sesi pertama, sejumlah saham mencatatkan penguatan tertinggi, di antaranya CTTH, HDFA, TRUK, PMUI, dan ROCK.
Sementara saham yang mengalami pelemahan terbesar antara lain TEBE, GSMF, SOSS, IBFN, dan IFSH.
Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
Terkini
-
Gangguan Listrik Sumatra Jadi Momentum Perkuat Infrastruktur PLN
-
Cuma RI yang Kena Outflow Obligasi, Ekonom: Sedih Banget!
-
BTN Tawarkan 10.000 Hunian Second Dengan Harga di Bawah Pasar Pada Lelang Akbar BTN 2026
-
PaDi UMKM dan Danantara Perkuat Kolaborasi Digitalisasi Pengadaan BUMN dan UMKM
-
Saham Diborong, Smelter Dibangun: Inilah Tentakel Nikel Haji Isam
-
IHSG Mulai Bangkit di Level 6.200 pada Sesi I, 540 Saham Hijau
-
IHSG Anjlok ke Level 6.000, OJK Beri Pesan untuk Investor
-
Kemenkeu Buktikan Indonesia Jauh dari Krisis Ekonomi ala 1998, Ini Datanya
-
Listrik Sumatra Kembali Normal, Penyelidikan Polri dan PLN Ungkap Temuan Baru
-
Ekspor CPO hingga Batu Bara Bakal Lewat Satu Pintu, Aturannya Rampung Hari Ini