Bisnis / Keuangan
Kamis, 09 April 2026 | 12:51 WIB
Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Gedung Bursa Efek Indonesia. [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • IHSG turun 0,15 persen ke level 7.268 akibat tekanan sentimen global.
  • Konflik Timur Tengah dan kenaikan harga minyak meningkatkan ketidakpastian pasar.
  • World Bank memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi RI menjadi 4,7 persen untuk 2026.

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan pelemahan pada sesi I perdagangan Kamis, 9 April 2026.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG tercatat turun 11 poin atau 0,15 persen ke level 7.268.

Pilarmas Investindo Sekuritas dalam risetnya, mengungkapkan, pelemahan ini terjadi seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, terutama setelah adanya serangan baru Israel di Lebanon dan langkah Iran yang masih memblokir Selat Hormuz.

Kondisi ini dinilai menambah ketidakpastian terhadap kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran.

Seorang pejabat senior Iran bahkan menyebut adanya pelanggaran dalam proposal gencatan senjata, menyusul eskalasi terbaru di kawasan tersebut.

Pekerja melintas di depan layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. [Suara.com/Alfian Winanto]

Pasar menilai situasi ini menunjukkan rapuhnya kesepakatan damai, sehingga mendorong pelaku pasar untuk lebih berhati-hati.

Di sisi lain, kenaikan harga minyak dunia akibat gangguan distribusi energi global turut memberikan tekanan tambahan terhadap pasar saham.

Dari dalam negeri, sentimen negatif juga datang dari revisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia oleh World Bank.

Lembaga tersebut menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 4,7 persen pada 2026, dari sebelumnya 4,8 persen.

Baca Juga: IHSG Terkoreksi Pagi Ini ke Level 7.238, Tapi Diproyeksi Menguat

Penurunan ini dipengaruhi tekanan eksternal, termasuk kenaikan harga minyak global dan meningkatnya sikap hati-hati investor di pasar keuangan internasional.

Adapun untuk rekomendasi saham, riset tersebut merekomendasikan BUY untuk saham HRTA dengan rentang support dan resistance di level 2.450 hingga 2.770.

Trafik Perdagangan

Pada perdagangan Sesi I, sebanyak 15,28 juta saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 8,82 triliun, serta frekuensi sebanyak 1,31 juta kali.

Dalam perdagangan sesi I, sebanyak 292 saham bergerak naik, sedangkan 375 saham mengalami penurunan, dan 291 saham tidak mengalami pergerakan.

Pada perdagangan sesi pertama, sejumlah saham mencatatkan penguatan tertinggi, di antaranya CTTH, HDFA, TRUK, PMUI, dan ROCK.

Load More