Salah satu legenda sepak bola Indonesia, Kurniawan Dwi Yulianto baru-baru ini membongkar soal tragedi Kanjuruhan Malang yang memakan korban hingga 135 jiwa.
Kurniawan diketahui menjadi salah satu anggota Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) tragedi Kanjuruhan.
Dalam konten terbaru Abraham Samad, ia mengungkapkan bahwa sampai saat ini belum bisa melupakan tragedi kanjuruhan tersebut.
“terus terang kesedihan saya tidak pernah hilang tentang tragedi ini,” ungkap Kurniawan.
“sebagai mantan pelaku di lapangan tentu kami dan juga mungkin mewakili para pemain sangat merasakan bagaimana shock dan trauma yang mendalam,” sambungnya.
Kurniawan juga mengatakan bahwa tragedi ini adalah bagian dari kelalaian. Menurutnya, tragedi ini adalah tragedi yang bisa dihindari.
“Sebenarnya, ini tragedi bisa dihindarkan. Menurut saya pribadi ini sebuah kelalaian,” akunya.
“Mungkin sebenarnya ini bisa diantisipasi, saya bukan diposisi yang ingin menyalahan si A,B,C,D, bukan. Tapi menurut saya seandainya sepak bola kita ini ikut rule yang ada, aturan yang ada, maka sepak bola kita akan baik-baik aja,” tegasnya.
Kurniawan merasa bahwa ada kesalahan komunikasi dalam penyelenggaraan pertandingan ini.
“kita bicara venue, ada namanya verifikasi, itu harus menyeluruh. Bagaimana kesiapan dari stadionnya, masalah penerangan, evakuasi, dan segala macam. Termasuk SOP dalam menangani keramaian, kalau ini dijalankan dengan benar, saya rasa tidak akan terjadi,” ujarnya.
“Pasti ini ada yang mis diantara SOP dan juga kelayakan dari stadion-stadion yang ada,” tambahnya.
Arti penonton bagi Kurniawan adalah segalanya. Ia sebagai mantan pemain Timnas Indonesia merasakan bahwa nyawa penonton juga menjadi nyawa pemain.
“Para penonton ini kan datang ke lapangan untuk menonton kami. Jadi apa yang dirasakan oleh para korban itu kami rasakan bener-bener,” ujarnya.
“Jujur sebagai pemain bola, kehadiran mereka itu sangat membantu kita,” tambahnya.
Kurniawan berharap dalam persidangan tragedi Kanjuruhan ini nantinya akan menemukan keadilan.
“Kalau orang jawa bilang itu harus legowo. Kalau memang merasa tanggung jawab ya be gentle aja lah. Karena memang kami di sepak bola kan diajarkan jiwa sportivitas,” akunya.
“Para korban ini mungkin berharapnya seperti itu, walaupun itu tidak bisa mengembalikan jiwa mereka, tidak bisa mengembalikan suasana di rumah seperti dahulu kala. Tapi minimal keadilan itu bisa ditegakkan sebenar-benarnya,” sambungnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius
-
Menlu Iran: Demi Allah! Kami Akan Balas Kematian 51 Siswi SD yang Dibantai Israel - AS
Terkini
-
CEK FAKTA: BLT Desa 2026 Rp 300 Ribu per Bulan untuk Warga yang Belum Dapat Bantuan, Benarkah?
-
Jadwal Imsak dan Subuh Wilayah Jakarta dan Yogyakarta Hari Ini, Minggu 1 Maret 2026
-
Jejak Mentereng Kasatgas Pangan Brigjen Ade Safri, Ungkap 4 Kasus Besar Sepanjang Februari
-
Garda Revolusi Iran Disebut Tutup Selat Hormuz, Mengapa Dunia Harus Panik?
-
Petenis Rusia Daniil Medvedev Terjebak di Dubai Usai Serangan AS-Israel ke Iran
-
Piala Dunia 2026 Terancam, FIFA Respons Serangan AS-Israel ke Iran
-
Serangan AS-Israel ke Iran: Dentuman Keras di Riyadh, Bagaimana Nasib Cristiano Ronaldo?
-
Yandri Susanto Pasang Target Tinggi, PAN Cilegon Diminta Jadi Pemenang Pileg 2029
-
Marcella Santoso Mengaku Korban Mafia Peradilan, Penegak Hukum Minta Uang ke Anak Buah
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup