/
Selasa, 17 Januari 2023 | 09:22 WIB
Kurniawan Dwi Yulianto ([Youtube/Abraham Samad SPEAK UP])

Salah satu legenda sepak bola Indonesia, Kurniawan Dwi Yulianto baru-baru ini membongkar soal tragedi Kanjuruhan Malang yang memakan korban hingga 135 jiwa.

Kurniawan diketahui menjadi salah satu anggota Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) tragedi Kanjuruhan. 

Dalam konten terbaru Abraham Samad, ia mengungkapkan bahwa sampai saat ini belum bisa melupakan tragedi kanjuruhan tersebut. 

“terus terang kesedihan saya tidak pernah hilang tentang tragedi ini,” ungkap Kurniawan.

“sebagai mantan pelaku di lapangan tentu kami dan juga mungkin mewakili para pemain sangat merasakan bagaimana shock dan trauma yang mendalam,” sambungnya.

Kurniawan juga mengatakan bahwa tragedi ini adalah bagian dari kelalaian. Menurutnya, tragedi ini adalah tragedi yang bisa dihindari.

“Sebenarnya, ini tragedi bisa dihindarkan. Menurut saya pribadi ini sebuah kelalaian,” akunya.

“Mungkin sebenarnya ini bisa diantisipasi, saya bukan diposisi yang ingin menyalahan si A,B,C,D, bukan. Tapi menurut saya seandainya sepak bola kita ini ikut rule yang ada, aturan yang ada, maka sepak bola kita akan baik-baik aja,” tegasnya.

Kurniawan merasa bahwa ada kesalahan komunikasi dalam penyelenggaraan pertandingan ini. 

Baca Juga: Ferry Irawan Bacakan Surat ke Venna Melinda Sebelum Ditahan, Panen Nyinyiran: Sok Jual Derita, Kamu Curhat?

“kita bicara venue, ada namanya verifikasi, itu harus menyeluruh. Bagaimana kesiapan dari stadionnya, masalah penerangan, evakuasi, dan segala macam. Termasuk SOP dalam menangani keramaian, kalau ini dijalankan dengan benar, saya rasa tidak akan terjadi,” ujarnya. 

“Pasti ini ada yang mis diantara SOP dan juga kelayakan dari stadion-stadion yang ada,” tambahnya.

Arti penonton bagi Kurniawan adalah segalanya. Ia sebagai mantan pemain Timnas Indonesia merasakan bahwa nyawa penonton juga menjadi nyawa pemain.

“Para penonton ini kan datang ke lapangan untuk menonton kami. Jadi apa yang dirasakan oleh para korban itu kami rasakan bener-bener,” ujarnya.

“Jujur sebagai pemain bola, kehadiran mereka itu sangat membantu kita,” tambahnya.

Kurniawan berharap dalam persidangan tragedi Kanjuruhan ini nantinya akan menemukan keadilan.

“Kalau orang jawa bilang itu harus legowo. Kalau memang merasa tanggung jawab ya be gentle aja lah. Karena memang kami di sepak bola kan diajarkan jiwa sportivitas,” akunya.

“Para korban ini mungkin berharapnya seperti itu, walaupun itu tidak bisa mengembalikan jiwa mereka, tidak bisa mengembalikan suasana di rumah seperti dahulu kala. Tapi minimal keadilan itu bisa ditegakkan sebenar-benarnya,” sambungnya.

Load More