/
Selasa, 21 Februari 2023 | 14:12 WIB
Pelecehan seksual di Transjakarta (Twitter @everfIawIess)

Cuitan seorang wanita yang curhat mengalami pelecehan seksual di bus Transjakarta pada Senin (20/2/2023), viral di media sosial.

Peristiwa pelecehan itu terjadi saat dirinya menaiki bus Transjakarta dengan rute Monas-Pulo Gadung.

Kala itu, korban bernama Haura merasa ada yang mengganjal karena pria di belakangnya terus mendekatinya.

Tak hanya mendekati, Haura merasa pria tersebut justru menggesek-gesekan alat kelaminnya di pantatnya.

Kejadian ganjil itu langsung membuatnya meminta bantuan ibu-ibu yang berada di sebelahnya untuk menjadi saksi.

"Saat menaiki bus, saya merasakan ada sesuatu yang aneh dan tidak wajar di daerah bokong saya, sesekali orang dibelakang saya mengarahkan kakinya ke betis saya.

Saya langsung memberi tau ke ibu-ibu yang berada di sebelah saya untuk meminta bantuan apakah benar yang saya rasakan.

Selang beberapa menit diperhatikan, Ibu itu langsung menarik saya untuk berada di tempat wanita banyak berdiri," tulis Haura dalam cuitannya.

Setelah itu, Haura merasa harus menindaklanjuti peristiwa yang kurang menyenangkan ini.

Baca Juga: PDIP Harus Hadapi Risiko Jika Tak Berkoalisi, Peluang Kekalahan di Depan Mata

Haura langsung memperhatikan gerak-gerik dari pelaku dan menunggunya turun dari bus.

Setelah pelaku turun di halte Rawa Selatan, Haura langsung menyeret sang pelaku hingga menahannya dengan dibantu dua orang laki-laki.

"Akhirnya oknum turun di halte Rawa Selatan. Saya pun langsung menarik badannya untuk menyuduti oknum ini.

Dengan tenaga dan badan saya yang memang memadai untuk melakukan hal ini saya menahan oknum ini sampai kedua pria (baju oren dan hitam) menahan oknum agar tidak kabur," ujar Haura melanjutkan.

Meski telah ditahan, sayangnya pelaku kabur dengan melompati pagar.

Kedua pria yang membantu Haura pun mendapatkan kartu Jaklingko pelaku. Kartu tersebut kemudian  sengaja disebarluaskan Haura agar para wanita lain berhati-hati saat bertemu dengannya.

Terakhir, Haura pun mengingatkan agar perempuan yang menjadi korban seperti dirinya harus berani melawan agar pelaku benar-benar mendapatkan pelajaran.

"Barangkali ada yang kenal mungkin boleh dibantu ini kartunya disalahgunakan.

Saya menggunakan kekuatan sosial media untuk menyadarkan para wanita diluar sana yang sekiranya mengalami pelecehan seksual untuk langsung lawan balik.

Kalau kasus saya mungkin saya bisa lawan dengan fisik saya, tapi bisa juga untuk teriak untuk menyadarkan warga sekitar.

Berdasarkan pengalaman saya tadi, banyak warga yang aware dan baik sekali karena sudah membantu saya karena keadaannya saya seorang diri," katanya.

Load More