Pura Besakih menjadi kompleks Pura terbesar di Pulau Bali. Kalian pasti sudah tak asing lagi mendengar kata ‘Besakih’.
Sesuai dengan namanya, Lokasi Pura Besakih ini berada di Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Bali.
Nah, pura ini konon katanya dibangun di daerah Besakih lantaran desa tersebut dianggap suci di Bali. Mengapa demikian?
Letak Pura Besakih dipilih di Desa Besakih yang dianggap suci karena letaknya tinggi, yang disebut Hulundang Basukih.
Dari Hulundang Basukih desa ini kemudian menjadi Desa Besakih. Nama Besakih sendiri diambil dari Bahasa Sansekerta, wasuki atau dalam Bahasa Jawa Kuno Basuki yang berarti selamat.
Nama Pura Besakih ini juga didasari oleh mithologi Naga Basuki sebagai penyeimbang Gunung Mandara.
Pura Besakih dibangun oleh seorang pemuka agama Hindu keturunan India, Rsi Markandeya pada Tahun 1284.
Saat itu Rsi Markandeya mendengar suara gaib ketika sedang bermeditasi di Dataran Tinggi Dieng, akhirnya ia bertekad membangun pura tersebut.
Melansir dari laman resmi Kabupaten Karangasem, Kompleks Pura Besakih ini dibangun berdasarkan keseimbangan alam dalam konsep Tri Hita Karana, dimana penataannya disesuaikan berdasarkan arah mata angin agar struktur bangunannya dapat mewakili alam sebagai simbiolisme adanya keseimbangan tersebut.
Baca Juga: Tolak Buka Data Kontrak Pengadaan Gas Air Mata, ICW: Polri Tak Patuh UU Keterbukaan Informasi
Terletak dilereng Gunung Agung, Pura Besakih ini sebagai tempat ibadah untuk menyembah dewa yang dikonsepsikan gunung tersebut sebagai istana dewa tertinggi.
Komplek Pura Besakih ini terdiri dari 1 Pura Pusat (Pura Penataran Agung Besakih) dan 18 Pura Pendamping (1 Pura Basukian dan 17 Pura Lainnya).
Pura Besakih merupakan pusat kegiatan dari seluruh Pura yang ada di Bali. Jadi wajar jika pura ini selalu dipenuhi ratusan orang bahkan ribuan saat memperingati hari keagamaan tertentu di Bali.
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?