Suara.com - Krisis politik yang masih terjadi di Ukraina memberikan imbas negatif kepada bursa saham di kawasan Asia. Investor khawatir krisis politik di negara pecahan Uni Soviet itu akan berlanjut menjadi peperangan.
Indeks MSCI Asia Pacific anjlok 1,2 persen menjadi 136,17 dan indeks Standard’s & Poor 500 di Hongkong juga turun 1,1 persen. Penurunan 1,1 persen merupakan yang terbesar di indeks S&P 500 di Hongkong dalam satu bulan terakhir.
“Pasar khawatir eskalasi di Ukraina akan semakin memanas. Negara Barat kemungkinan tidak akan berdiam diri sehingga meningkatkan risiko sejumlah portofolio,” kata Ric Spooner, analis dari CMC Market di Australia.
Di Jepang, indeks Topix juga anjlok 2,2 persen dan nilai tukar yen juga melemah 101,33 per dolar Amerika. Di Korea Selatan, indeks Kospi juga turun 1,1 persen, indeks Hang Seng melemah 0,9 persen dan indeks Shanghai Composite turun tipis 0,1 persen.
Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan juga turun 39 poin (0,8 persen) ke level 4.581. Akhir pekan lalu, IHSG berhasil menembus level 4.600 dan kembali melemah sebagai dampak dari konflik di Ukraina. Hanya 67 saham naik, 167 saham turun dan 55 saham stagnan.
Volume perdagangan 1,5 miliar lot dengan nilai transaksi Rp4,1 triliun. Saham yang positif antara lain Vale Indonesia, BISI Internasional dan Express Transindo Utama. Sedangkan saham yang turun antara lain Bank Rakyat Indonesia, Waskita Karya dan Telekomunikasi Indonesia. (Bloomberg/RTI)
Berita Terkait
-
IHSG Ambruk 4 Persen, Indeks Saham Turun ke Level 5.000-an
-
Wall Street Rontok Setelah Pertemuan Donald Trump dengan Xi Jinping
-
Negosiasi AS-Iran Gagal, Wall Street Bisa Kembali Kebakaran
-
Belum bangkit, IHSG Ditutup Anjlok 4,88 Persen ke Level 7.922
-
Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Guncangan Ekonomi Imbas Perang Belum Reda, BI Waspada Dampaknya Pada Masyarakat
-
Penerimaan Pajak Tembus Rp 940,31 Triliun di Pertengahan Juni 2026, Naik 23,4%
-
Pakar Sorot Masalah RAPBN 2027: Anggaran K/L Tercekik Demi Program Prioritas
-
Kejar Transaksi Ritel, CIMB Niaga Terus Pepet Kalangan Gen Z
-
Kebun Sawit PTPN Dijarah, Negara Rugi Rp62,6 Miliar
-
Pasokan Aman, Bahlil Sebut Jangan Salahkan Batu Bara, Itu Teknis PLN
-
Indonesia dan Italia Sepakat Kerja Sama Pengembangan Kapal Angkatan Laut
-
Perum Bulog Hadir di Penas Petani Nelayan 2026 Gorontalo untuk Wujudkan Swasembada Pangan
-
Gaji Rp14 Juta Bisa Beli Rumah Subsidi Bebas Pajak! Simak Aturan Terbarunya
-
Usut Kasus Kredit Fiktif Rp15,47 Miliar, OJK Sita 41 Properti Terkait BPRS Gebu Prima Medan