Suara.com - Harga emas dunia naik menyusul eskalasi politik yang terjadi di Ukraina. Harga emas Bullion naik 1,4 persen menjadi 1.344,87 dolar Amerika per ounce dan diperdagangkan 1.342,5 dolar Amerika per ounce di Singapura.
Di sepanjang bulan lalu, harga emas sudah naik 6,6 persen dan 3,2 persen pada Januari. Pada 26 Februari lalu, harga emas mencapai titik tertinggi dalam 17 tahun terakhir di posisi 1.345,46 dolar Amerika per ounce.
“Risiko geopolitik di Ukraina telah membuat emas menjadi investasi yang paling diincar. Investasi emas dianggap masih bisa bertahan,” kata Victor Thianpiriya, analis dari Australia & Nw Zealand Banking Group.
Di Cina yang merupakan negara konsumen emas terbesar, volume untuk kontrak di Shanghai Gold Exchange turun 11.581 kg pada 25 Februari lalu, posisi terendah sejak 12 Februari.
Harga emas berjangka untuk April naik 1,8 persen menjadi 1.345 dolar Amerika per ounce di Comex. Sebelumnya, harga emas di Comex di level 1.342,40 dolar Amerika per ounce.
Sementara itu, harga emas di Indonesia masih tidak berubah. Dikutip dari laman logammulia.com, harga emas 1 gram tetap Rp551.000, 5 gram Rp522.000, 10 gram Rp517.000, 50 gram Rp513.000, 100 gram Rp512.500, 250 gram Rp512.000 dan 500 gram Rp511.600. (Bloomberg)
Berita Terkait
-
Pelemahan Rupiah Bikin Emas Meroket, Harga Antam Hingga UBS Kompak Meroket!
-
Harga Emas Antam Berbalik Anjlok, Hari Ini Dipatok Rp 2.839.000/Gram
-
Emas Antam Tiba-tiba Lompat Tinggi, Harga Tembus Rp 2.859.000/Gram
-
Harga Emas Hari Ini Kompak Turun, Cek Update Terbaru di Pegadaian
-
Emas Antam Merosot awal Pekan Ini, Harganya Tembus Rp 2.819.000/Gram
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Baru IPO! 95,82 Persen Saham WBSA Ternyata Dikuasai Beberapa Pihak, Bakal Jadi Sorotan MSCI?
-
Nilai Tukar Rupiah Menguat Jelang Long Weekend, Ini Penyebabnya
-
Purbaya Temui Bahlil Siapkan Swasembada Energi dan Listrik Desa
-
Krisis LPG di NTT, Sejumlah SPPG Hentikan Operasi Sementara
-
Kemendag Bakal Wajibkan Marketplace Transparan soal Biaya Admin Seller
-
Sejumlah SPBU Vivo di Jabodetabek Tutup, Netizen Heboh Keluhkan Isu Pembatasan Kuota
-
Cara Membersihkan Nama di SLIK OJK, Ini Panduannya agar Pengajuan Pinjaman Disetujui
-
BI Buka Suara Menkeu Purbaya Mau Turun Tangan Stabilkan Rupiah
-
Pertamina Goes to Campus 2026 Siap Jelajahi Kampus di Indonesia
-
Tembus Top 6 Dunia, Startup Binaan Pertamina Bawa Nama Indonesia di Ajang Inovasi Sosial Global