Bisnis / Makro
Rabu, 13 Mei 2026 | 13:52 WIB
Direktur Eksekutif Komunikasi BI, Ramdan Denny. [Suara.com/Rina]
Baca 10 detik
  • Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan memperkuat koordinasi melalui KSSK guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah nasional.
  • Pelemahan rupiah terjadi akibat dinamika pasar global serta tingginya permintaan dolar untuk pembayaran utang dan dividen.
  • Bank Indonesia menyiapkan tujuh langkah strategis dan intervensi terukur untuk mendorong penguatan rupiah secara bertahap ke depan.

Suara.com - Bank Indonesia (BI) terus memperkuat koordinasi dengan Kementerian Keuangan melalui wadah Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

Direktur Eksekutif Komunikasi BI, Ramdan Denny, mengatakan bahwa sinergi antarlembaga ini difokuskan pada penguatan kondisi ekonomi nasional.

Lataran ekonomi Indonesia harus tetap tangguh menghadapi volatilitas pasar serta memastikan mata uang Garuda tetap bergerak dalam rentang yang terjaga.

"Detailnya tentunya nanti ditanyakannya.Tetapi dengan wadah KSSK itu tentunya sinergi untuk terus memperbuat kondisi ekonomi Indonesia termasuk untuk membuat bagaimana rupiah itu stabil dan menguat itu sudah dibicarakan," jelasnya di Gedung Bank Indonesia, Rabu (13/5/2026).

Denny menjelaskan bahwa pelemahan nilai tukar saat ini merupakan dampak dari dinamika global yang memicu depresiasi mayoritas mata uang dunia, bukan hanya rupiah.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (Antara)

Selain faktor eksternal yang memengaruhi peso Filipina hingga won Korea, tekanan domestik juga meningkat akibat tingginya permintaan dolar Amerika Serikat (AS) untuk kebutuhan repatriasi dividen dan pembayaran utang luar negeri.

Kondisi ini menjadi perhatian serius otoritas moneter dalam menjaga ekonomi Indonesia dari guncangan eksternal.

"Dinamika global ini membuat mayoritas mata uang di dunia melemah. Di dalam negeri sendiri, demand dolar juga meningkat karena sedang musim repatriasi dividen dan pembayaran utang luar negeri," ujarnya.

Untuk itu, Bank Indonesia telah menyiapkan "Tujuh Langkah Bank Indonesia" sebagai strategi andalan untuk mengawal pergerakan nilai tukar.

Baca Juga: Kredibiltas Jadi Bukti, Presiden RI Buat Rupiah Menguat ke Rp6.500 Per Dolar AS

Langkah-langkah intervensi dan kebijakan moneter yang terukur ini diharapkan dapat meredam gejolak di pasar valuta asing dan mendorong rupiah kembali ke tren penguatannya.

Bank Indonesia menyatakan optimisme tinggi bahwa fundamental ekonomi Indonesia masih jauh lebih kuat dibandingkan negara-negara peers lainnya.

Dengan kombinasi kebijakan yang tepat dan cadangan devisa yang memadai, BI yakin target penguatan rupiah akan tercapai secara bertahap.

"Kami tetap meyakini dengan langkah-langkah yang dilakukan, rupiah akan stabil dan cenderung menguat karena fundamental ekonomi kita sangat baik," pungkas Denny.

Load More