- Sejumlah SPBU Vivo di wilayah Jabodetabek dilaporkan tutup sementara dan tidak melayani pengisian BBM bagi masyarakat sejak Mei 2026.
- Konsumen mengeluhkan ketidaktersediaan stok BBM jenis Ron 92 serta adanya isu pembatasan kuota penjualan harian di beberapa outlet.
- Pantauan di Jakarta menunjukkan area SPBU dipagari, aktivitas operasional terhenti, dan data stok BBM pada situs resmi tidak diperbarui.
Suara.com - Sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Vivo di kawasan Jabodetabek dilaporkan tutup sementara dan tidak melayani pembelian BBM.
Tidak beroperasinya pengisian bahan bakar di SPBU milik Vivo dikeluhkan masyarakat, yang dapat terlihat di kolom komentar akun Instagram resmi perusahaan tersebut dengan nama pengguna @spbuvivo.
Pada salah satu postingannya, dipenuhi komentar yang berisi keluhan terkait sejumlah SPBU milik Vivo yang tidak beroperasi dan sejumlah produk BBM yang tidak tersedia.
"Min, outletnya di sekitar Bintaro dan Karawaci kenapa maintenance terus? Repot jadinya mau isi mobil dan motor," tulis salah satu nitizen yang dikutip Suara.com, Rabu (13/5/2026).
Selain itu, sejumlah pengguna juga mengeluhkan stok BBM jenis Ron 92 yang tidak tersedia.
"Tolong, kalau emang Ron 92-nya sekarang dibatesin, website ketersediaan stoknya di-update lagi per hari atau per jam, biar kita tahu SPBU daerah mana yang tersedia," tulis netizen lainnya.
Tak hanya itu, sejumlah netizen juga meninggalkan komentar terkait adanya isu pembatasan penjualan sejumlah produk BBM.
"Minggu lalu aku ke Vivo Limo, pas aku masuk sebelum magrib langsung ditutup pagarnya. Terus aku tanya-tanya mas operatornya. Katanya kuotanya dibatasi, ada target penjualan per hari (bentuk efisiensi energi). Misal target pembelian di hari itu sudah tercapai di jam 1 siang yaudah dia tutup. Baru buka lagi besok pagi. Katanya tetap buka tiap hari, namun dengan pembatasan penjualan per hari," tulis salah satu netizen.
Sementara itu, berdasarkan pantauan Suara.com di dua SPBU Vivo di wilayah Jakarta pada Selasa (12/5/2026) kemarin, sama sekali tidak terlihat adanya aktivitas pengisian bahan bakar, baik untuk sepeda motor maupun mobil.
Baca Juga: Rupiah Tembus Rp17.500, ESDM Mulai Bahas Nasib Subsidi BBM
SPBU Vivo pertama yang didatangi Suara.com berlokasi di Jalan Letjen M.T. Haryono, Tebet, Jakarta Selatan. Berdasarkan pantauan Suara.com sekitar pukul 11.24 WIB, akses masuk menuju SPBU dipasangi pagar berwarna merah-putih.
Pagar juga terlihat dipasang di akses keluar SPBU. Di dalam SPBU tidak terlihat adanya aktivitas pengisian bahan bakar.bahkan papan elektronik yang biasa menampilkan daftar harga produk pun dibiarkan mati total.
Di SPBU milik Vivo kedua berlokasi di Jl. Kapten Tendean, Mampang, Jakarta Selatan. Di SPBU tersebut juga tidak terlihat ada aktivitas pengisian BBM kendaraan bermotor.
Akses masuk dan keluar SPBU juga terpasang pagar berwarna merah-putih. Papan elektronik yang biasa menampilkan daftar harga produk terlihat tidak menyala.
Suara.com menelusuri stok BBM di kedua SPBU tersebut lewat laman resminya. Namun tertulis bahwa data terakhir diperbarui pada 31 Maret lalu pada pukul 16.00 WIB.
Berita Terkait
-
Kapan Seharusnya Harga BBM Pertamax Naik
-
Waduh! Subsidi & Kompensasi Energi Bengkak 266%, Tembus Rp118 Triliun
-
Harga BBM Pertamina Naik Lagi, Pertamax Turbo Hingga Pertamina Dex Melambung
-
Pemerintah Kasih Kode Harga BBM RON 92 Bisa Naik, Apa Dampaknya?
-
Harga Solar Vivo Melonjak! Diesel Primus Kini Rp30.890 per Liter Mulai Mei 2026
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Cara Membersihkan Nama di SLIK OJK, Ini Panduannya agar Pengajuan Pinjaman Disetujui
-
BI Buka Suara Menkeu Purbaya Mau Turun Tangan Stabilkan Rupiah
-
Pertamina Goes to Campus 2026 Siap Jelajahi Kampus di Indonesia
-
Tembus Top 6 Dunia, Startup Binaan Pertamina Bawa Nama Indonesia di Ajang Inovasi Sosial Global
-
6 Emiten Keluar dari MSCI, OJK Ungkap Valuasi Saham RI di Bawah Asia
-
Harga Cabai Naik, Kemendag Masukkan Cabai ke Daftar Komoditas Prioritas Pengendalian Inflasi
-
Jangan Hanya Kejar Pertumbuhan, Industri Kripto Kini Dituntut Transparan
-
Kredibiltas Jadi Bukti, Presiden RI Buat Rupiah Menguat ke Rp6.500 Per Dolar AS
-
Proyek IKN Sudah Habiskan Rp147 Triliun, Tapi Ibukota Tetap Jakarta
-
BTN dan MKP Bangun Sistem Ticketing Digital di Pelabuhan Wisata Bali