Suara.com - Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange turun lagi pada Kamis (Jumat pagi WIB) untuk keempat hari berturut-turun, karena data ekonomi Amerika Serikat positif.
Kontrak emas yang paling aktif untuk Juni, jatuh 12,5 dolar Amerika atau 0,96 persen, menjadi ditutup pada 1.283,4 dolar Amerika per ounce. Penurunan hari keempat untuk harga emas ini karena data ekonomi positif telah mengurangi permintaan investasi pada aset "safe haven" emas.
Di antara data positif yang menyebabkan emas jatuh, Departemen Perdagangan Amerika melaporkan bahwa belanja konsumen meningkat 0,9 persen, kenaikan terbesar sejak akhir 2009. Laporan yang sama juga mengatakan bahwa pendapatan pribadi Amerika naik 0,5 persen.
Penurunan emas itu dibantu oleh sebuah laporan yang menunjukkan manufaktur di Amerika meningkat, indeks dari Institute for Supply Management (ISM) menunjukkan bahwa indeks naik menjadi 54,9 persen pada bulan lalu, tingkat tertinggi sejak Desember.
Sementara itu, Federal Reserve Amerika kembali memangkas strategi pembelian obligasinya sebesar 10 miliar dolar Amerika menjadi 45 miliar dolar Amerika mulai Mei.
Emas juga turun karena Departemen Perdagangan Amerika mengatakan bahwa pengeluaran untuk proyek-proyek konstruksi Amerika naik 0,2 persen pada Maret ke tingkat tahunan yang disesuaikan secara musiman 942,5 miliar dolar Amerika pada proyek-proyek perumahan swasta.
Laporan itu mengatakan bahwa pengeluaran naik 0,8 persen untuk pembangunan perumahan, dan naik 0,2 persen untuk proyek-proyek non hunian. Dalam bidang proyek-proyek publik, belanja turun 6,6 persen untuk konstruksi perumahan dan 0,5 persen untuk konstruksi non hunian.
Meskipun berita positif sebagian besar optimis, penurunan emas jadi agak melemah oleh laporan Departemen Tenaga Kerja Amerika yang dirilis Kamis, mengatakan bahwa klaim pengangguran naik 14.000 ke tingkat tertinggi sembilan minggu 344.000. Analis tidak memperkirakan klaim pengangguran meningkat.
Analis hati-hati menunggu laporan pekerjaan yang banyak diantisipasi yang akan dirilis pada Jumat. Di sisi teknis, analis juga mengatakan bahwa mereka masih melihat permintaan yang baik untuk emas dari pasar Cina. (Antara/Xinhua)
Tag
Berita Terkait
-
Emas Antam Melesat, Harga Hari Ini Tembus Rp2,88 Juta/Gram
-
Harga Emas Antam Hari Ini Naik, Dalam Sehari Buyback Juga Ikut Meroket!
-
Waduh! Harga Emas Antam Terjun Bebas Rp44 Ribu, Cek Rinciannya Hari Ini
-
Harga Emas Antam Terus Anjlok Hari Ini
-
Update Harga Emas Pegadaian 20 April 2026: Antam, UBS, dan Galeri24
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di 2026 Diproyeksikan Turun ke 5 Persen
-
Purbaya Klaim Rating Utang Indonesia di S&P Aman hingga 2028
-
Tingkat Kecelakaan Roda Dua Tinggi, Mitra Driver Kini Diberi Asuransi Gratis
-
Peringati Hari Kartini: BRI Terus Dukung Pemberdayaan Perempuan untuk Pertumbuhan Berkelanjutan
-
Uji Jalan Rampung di Mei, Penerapan B50 Serempak pada Juli 2026
-
Daftar Kode SWIFT BRI Semua Daerah dan Cara Pakai Transfer Internasional
-
World Bank Minta Maaf ke Purbaya Buntut Salah Proyeksi Ekonomi RI
-
Laba Bank Mandiri Tumbuh 16,5 Persen, Tembus Rp15,4 Triliun
-
Kejar Target Produksi, SKK Migas Bakal Pakai Teknologi Triple 100
-
Heboh Gugatan Rp119 Triliun: Bos CMNP Sampai Buka Suara