Suara.com - Perusahaan fesyen asal Italia yang mengusung merek Piazza Italia melirik pasar busana Indonesia dengan membuka butik di tanah air sekaligus pertama di Asia.
Direktur PT. Mitra Retailindo Citratama (MRC), Kinez Riza menyatakan, selaku perusahaan yang memayungi Piazza Italia pihaknya memilih kota Bekasi sebagai lokasi gerai pertamanya.
Berdiri pada 1993, perusahaan yang awalnya milik keluarga kini memiliki 50 butik tersebar di beberapa negara di seluruh dunia. Di negara asalnya lebih dari 100 fashion store perusahaan tersebut berdiri dengan flagship store di Roma.
Hingga saat ini, koleksi Piazza Italia masih diimpor dari Italia, yang merupakan hasil produksi dari Bangladesh, Pakistan dan Cina.
Sementara itu Senior Brand Manager PT. MRC Caroline Kopot mengatakan, pihaknya akan membangun butik serupa di dua tempat lainnya yaitu di Tangerang Selatan dan di Surabaya guna melebarkan jangkauan pemasaran.
"Di Surabaya dan Serpong nanti kami akan membuka toko dengan konsep utuh seperti yang ada di Italia," katanya.
Perwakilan Piazza Italia Mario Rendola mengatakan, pihaknya memilih Indonesia sebagai negara pertama pemasaran di Asia karena melihat pertumbuhan ekonomi masyarakat yang meningkat.
"Dengan pertumbuhan kelas menengahnya yang cukup pesat, Indonesia tentu saja menjadi pasar yang sangat menjanjikan bagi kami," ujarnya.
Menurut dia, setahun sebelum Piazza Italia resmi hadir di tanah air pihaknya melakukan survei pasar di sini dan mengakui takjub dengan kedinamisan dan kehidupan masyarakat Indonesia. (Antara)
Berita Terkait
-
Beda Gamis Bini Orang dan Kebanggaan Mertua, Jadi Tren Fesyen Lebaran 2026
-
Tren Fesyen Ramadan 2026: Modest, Fungsional, dan Tetap Stylish dari Harian hingga Lebaran
-
Bordir dan Upaya Daur Ulang Pakaian di Tengah Tren Fesyen Berkelanjutan
-
Menteri UMKM Sebut Produk Tak Bermerek Lebih Berbahaya dari Thrifting: Tak Terlihat tapi Mendominasi
-
Ketika Warung Pecel Lele Bertemu Streetwear: Cara Jakarta Merayakan Budayanya Sendiri
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Satu Rumah Dihuni 10 Orang, Pemerintah Bedah 82 Hunian di Menteng Tenggulun
-
Proyek Percontohan Gentengisasi Prabowo Disorot, Kontraktor Jujur: Bukan Genteng, Kita Pakai Spandek
-
Kantongi Sertifikat, Pertamina Bisa Jual Avtur dari Minyak Jelantah Secara Global
-
RI-India Mau Kembangkan Industri Logam
-
Nasib THR Ojol Akan Ditentukan Selasa Pekan Depan
-
MKBD Tembus Rp 1 Triliun, KISI Perkuat Fundamental di Tengah Persaingan Sekuritas
-
Jangan Kehabisan! Penukaran Uang Baru BI Mulai Besok, Wajib Daftar Online Dulu
-
Krisis Batu Bara Ancam PLTU, Pasokan Listrik Aman?
-
Setoran Pajak Kripto Tembus Rp1,93 Triliun, PMK Baru Jadi Angin Segar Exchange Lokal
-
Kemenperin Bantah Industri Tahan Produksi Usai Kesepakatan Tarif RI-AS