Suara.com - Aparat Dinas Cipta Karya Pemerintah Kota Pekanbaru, Riau, mengakui rumah susun sewa (rusunawa) di Rejosari, Kecamatan Tenayan Raya mengalami kerusakan sebelum digunakan.
"Ada dinding yang retak, pintu toilet rusak serta lampu penerangan hilang," kata Kepala Dinas Cipta Karya Pemkot Pekanbaru Dadang Eko Purwanto di Pekanbaru, Jumat (16/4/2014).
Menurut dia, saat ini kondisi rusunawa berlantai lima itu terlihat jorok dipenuhi kotoran hewan peliharaan penduduk sekitar. Kata dia, tidak ada perawatan dari pihak pengelola yang membangun proyek tersebut, meski dianggap telah rampung pertengahan Agustus 2013.
Rusunawa tersebut dibangun mengunakan APBN dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU), dan hingga kini belum diserahkan pengelolaan kepada Pemkot Pekanbaru.
Dia mengatakan pihaknya sudah mendatangi pihak berwenang di Kementerian PU di Jakarta menyangkut penyerahan Rusunawa itu.
Kata dia, setelah diperbaiki, maka Kementerian PU menyerahkan kepada Pemkot Pekanbaru dengan cara hibah untuk dikelola. Saat ini Pemkot Pekanbaru membentuk Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) sebagai badan pengelola yang khusus menangani rusunawa.
Dia mengatakan dalam waktu dekat pihak Kementerian PU mendatangi Rusunawa pada bekas lokalisasi Teleju itu agar dapat dilihat kerusakan bangunan sebelum dihibahkan.
Pihak Pemkot Pekanbaru tidak mengalokasikan dana untuk perbaikan dalam APBD sehingga sepenuhnya perbaikan rusunawa itu oleh kementerian.
"Kami mengharapkan sebelum ditempati warga, bangunan fisik rusunawa itu dalam kondisi tidak rusak," katanya. (Antara)
Berita Terkait
-
Cerita Mantan Tentara Jerman Banting Setir jadi Pengusaha Properti di RI
-
Agung Sedayu Jual Hunian Lintas Generasi Rp2,2 Miliar
-
Prospek Properti Negara Tetangga dan Proyeksi Pasar Global Tahun 2026
-
Kementerian PKP Bakal Bangun Rusun Delapan Lantai di Solo untuk Anggota Kopassus
-
BRI Targetkan Rp8 Triliun Penyaluran Kredit Perumahan Tahun 2026
Terpopuler
- Terpopuler: Waktu yang Ideal untuk Ganti HP, Rekomendasi HP untuk Jangka Panjang
- Bacaan Niat Puasa Ramadan Sebulan Penuh, Kapan Waktu yang Tepat untuk Membacanya?
- Tak Hanya di Jateng, DIY Berlakukan Pajak Opsen 66 Persen, Pajak Kendaraan Tak Naik
- LIVE STREAMING: Sidang Isbat Penentuan 1 Ramadan 2026
- Pemerintah Puasa Tanggal Berapa? Cek Link Live Streaming Hasil Sidang Isbat 1 Ramadan 2026
Pilihan
-
Impor Mobil India Rp 24 Triliun Berpotensi Lumpuhkan Manufaktur Nasional
-
Jadwal Imsak Jakarta Hari Ini 20 Februari 2026, Lengkap Waktu Subuh dan Magrib
-
Tok! Eks Kapolres Bima AKBP Didik Resmi Dipecat Buntut Kasus Narkoba
-
Bisnis Dihimpit Opsen, Pengusaha Rental Mobil Tuntut Transparansi Pajak
-
Pesawat Pengangkut BBM Jatuh di Krayan Timur, Pencarian Masuk ke Hutan Belantara
Terkini
-
Telkom Solution Sabet Enam Penghargaan PRIA 2026, Perkuat Reputasi di Segmen B2B
-
Berkat Perjanjian Prabowo-Trump, AS Bisa Kuasai Mineral Kritis RI
-
Kemenkeu Dukung Proyek Kapal Riset BRIN lewat Skema KPBU
-
Tekstil RI Bebas Tarif ke AS, 4 Juta Pekerja Bisa Bernapas Lega
-
Sektor Eksternal RI Tangguh! Defisit Transaksi Berjalan 2025 Cuma 0,1 Persen PDB
-
Deal Dagang Prabowo-Trump: Hilirisasi hingga Perpanjangan Freeport jadi 'Gula-gula' Pemerintah RI
-
Efisiensi Jadi Harga Mati Industri Logistik Indonesia
-
Negosiasi Dagang Rampung, RI Siap Borong Produk Energi AS Senilai Rp235 Triliun
-
Sandiaga Uno Mau Startup Muda RI Tembus Pasar Internasional
-
Ciri File APK yang Bisa Kuras Rekening, Bercermin dari Hilangnya Miliaran Rupiah di Batang