- Kementerian PKP merencanakan pembangunan rusunawa delapan lantai di Solo mulai tahun 2026 untuk prajurit Kopassus.
- Pembangunan rusun ini bertujuan mengatasi kekurangan 67 unit rumah bagi personel Kopassus di wilayah Solo.
- Proyek akan dilaksanakan menggunakan kontrak tahun jamak dan ditargetkan selesai pada tahun anggaran 2027.
Suara.com - Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menyiapkan pembangunan rumah susun sederhana sewa (rusunawa) setinggi delapan lantai di Kota Solo, Jawa Tengah. Proyek tersebut direncanakan mulai dikerjakan pada 2026.
Rencana itu disampaikan Menteri PKP, Maruarar Sirait alias Ara, usai bertemu Panglima Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Letjen Djon Afriandi di kantor Kementerian PKP, Jakarta Pusat, Senin (9/2/2026).
Ara mengatakan, pembangunan rusun tersebut diproyeksikan untuk memenuhi kebutuhan hunian prajurit TNI Angkatan Darat, khususnya personel Kopassus yang bertugas di wilayah Solo.
"Kita membicarakan persiapan untuk pembangunan rumah susun bagi prajurit TNI Angkatan Darat, khususnya Kopassus yang direncanakan di Solo, ya," ucap Ara.
Menurut Ara, koordinasi dengan jajaran Kopassus menjadi langkah awal sebelum proyek pembangunan rusun tersebut direalisasikan. Ia menegaskan, pemerintah berkomitmen mendukung penyediaan hunian layak bagi prajurit.
Di kesempatan yang sama, Panglima Kopassus Letjen Djon Afriandi memaparkan kondisi kebutuhan perumahan anggota Kopassus di Solo. Ia menyebutkan, saat ini terdapat kekurangan puluhan unit rumah untuk prajurit.
Djon menjelaskan, jumlah kekurangan rumah bagi anggota Kopassus di Solo mencapai 67 unit. Kekurangan itu diharapkan bisa ditutup melalui pembangunan rusunawa delapan lantai yang direncanakan Kementerian PKP.
"Kebutuhan Solo, kita kekurangan 67 rumah. Nanti rencana dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, ini kita akan didukung untuk membangun satu tower dengan delapan lantai rumah susun. Dan ini dengan satu tower, sudah terpenuhi 100 persen kebutuhan di Grup 2 Kopassus," jelas Djon saat menemui Ara.
Ia pun mengakui, dukungan pembangunan rusun tersebut akan sangat membantu pemenuhan kebutuhan hunian prajurit Kopassus di wilayah Solo secara menyeluruh.
Baca Juga: Punya 42 Tower, Meikarta Bakal Jadi Rusun Subsidi Terbesar di Indonesia
Sementara itu, Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Kementerian PKP Sri Haryati menyampaikan, pembangunan rusun Kopassus tersebut akan menggunakan skema kontrak tahun jamak atau multi years.
Dengan skema tersebut, kata Sri, proses pembangunan tidak akan selesai dalam satu tahun anggaran. Proyek direncanakan dimulai pada 2026 dan ditargetkan rampung pada 2027.
Sri menambahkan, sumber pendanaan pembangunan rusun berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun anggaran 2026 dan 2027. Saat ini, Kementerian PKP baru mengantongi alokasi anggaran untuk pembangunan rusun tiga lantai senilai Rp13 miliar.
"Sesuai arahan, kita akan lakukan (pembangunan) multi-years contract. Jadi, 2026 selesai 2027. Nanti kita akan menghitung kebutuhannya, karena tadi ada kebutuhan ruang serbaguna, ruang lain-lain. Jadi, terkait dengan jumlah (anggaran) dan lain-lain nanti kita pastikan kembali," tutur Sri.
Berita Terkait
-
Menteri PKP Berikan Apresiasi untuk Ruang Pintar PNM Hasil Kolaborasi dengan PT SMF
-
Kementerian PKP Ajak Masyarakat Kenali Program Perumahan Lewat CFD Sudirman
-
PGAS Perluas Pasok Jargas ke Rusun Wisma Atlet
-
Pemerintah dan Ratusan Pengusaha Bakal Berkumpul Bahas Kebijakan Sektor Perumahan
-
Rusun Jadi Fokus Solusi Pemukiman yang Semakin Mahal di Jakarta
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
Terkini
-
Harga Emas Anjlok Parah, Rekor Terburuk Sejak 2008
-
Purbaya Akui Belum Terima Usulan Kemenhub soal Anggaran Flyover Kereta Api Rp 4 Triliun
-
Tren Remitansi Digital Kian Dilirik, Ini Deret Keunggulannya
-
Polemik Revisi UU Hak Cipta: Nasib Musisi, UMKM Hingga Jurnalis Dipertaruhkan
-
Ekonomi Sirkular Dinilai Bisa Ciptakan Peluang Usaha Baru, Industri Didorong Perbanyak Daur Ulang
-
IHSG Jadi Bursa Kinerja Terburuk Global, Aksi Jual Saham Perbankan Tekan Perdagangan
-
BUMI Ambles Terus-terusan, Segini Target Harga Sahamnya
-
ICW Soroti Business Judgment Rule Danantara: Jadi Solusi atau Masalah Baru?
-
IHSG Terus-terusan Anjlok ke Level 5.671 Hingga Sesi I, BBCA Masih Merah
-
Pemerintah Siapkan Aturan Insentif Pendanaan Hijau, Libatkan Perbankan dan Swasta