Suara.com - Hingga saat ini kebutuhan bahan bakar solar untuk Sumatera Barat masih disuplai dari lima depot pembantu di kawasan tetangga.
Humas Pertamina Region I Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) Fitri Erika mengatakan, pascaterbakarnya rumah pompa terminal bahan bakar minyak (BBM) di Bungus Teluk Kabung, Kota Padang, sampai saat ini distribusi solar belum dapat dilakukan dari terminal itu.
"Untuk produk solar masih dilakukan pengalihan suplai point di lima depot (Sibolga, Dumai, Pekanbaru, Jambi dan Bengkulu), mengingat perbaikan sarana pompa solar masih dilakukan uji coba di terminal Bungus Teluk Kabung," katanya.
Kondisi tersebut berdampak pada keterbatasan BBM jenis solar di semua stasiun pengisian bahan bakar minyak (SPBU) di Kota Padang, termasuk daerah lainnya di Sumbar.
Fitri mengatakan, pihaknya belum dapat memastikan kapan distribusi solar akan kembali normal, namun pihaknya optmistis uji coba pada pompa solar akan membuahkan hasil positif.
"Kita berupaya kondisi ini dapat diatasi segera, sehingga kebutuhan solar di Sumbar dapat terpenuhi," katanya.
Fitri mengatakan, untuk distribusi premium telah mulai dilakukan dari terminal Bungus Teluk Kabung.
Dia mengatakan, sejak Jumat (16/5/2014) upaya perbaikan pompa premium sudah membuahkan hasil positif, sehingga pihaknya dapat melakukan proses distribusi.
Namun demikian, suplai point dari lima depot sebelumnya, termasuk untuk premium masih berjalan. Sebanyak 2.100 kiloliter premium dan 1.550 kiloliter solar disalurkan dari lima depot tersebut per hari.
"Proses pengalihan suplai point yang sudah berlangsung tetap dituntaskan, namun akan segera dihentikan karena distribusi premium dari terminal Bungus Teluk Kabung sudah mulai lancar. Untuk solar kita tunggu hingga pompa berfungsi baik," katanya.
Dia menambahkan, untuk kebutuhan bahan bakar penerbangan tidak terkedala, mengingat stok avtur di depot pengisian pesawat udara (DPPU) Bandara Internasional Minangkabau di Padang Pariaman cukup.
"Saat ini stok di DPPU sebanyak 900 kiloliter dengan rata-rata penjualan per hari sebanyak 80 kiloliter," katanya. Kaswir. (Antara)
Berita Terkait
-
Energi Ramadan Penuh Harapan, Pertamina Salurkan Santunan bagi 29.000 Anak Yatim
-
Pasokan Energi Ramadan-Idulfitri Aman, Kementerian ESDM Apresiasi Kesiapan Pertamina
-
Harga Minyak Dunia Membara, RI Mulai Lirik Pasokan dari Rusia? Begini Kata Wamen ESDM
-
Posko Nasional Sektor ESDM Ramadan dan Idul Fitri 2026 Resmi Dibuka, Pasokan Energi Dipastikan Aman
-
Pertamina Sebut Dua Kapalnya Masih Terjebak di Selat Hormuz, Gimana Kondisinya?
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Menkeu Jawab Isu Resesi di TikTok : Jauh dari Morat-marit
-
Prabowo: Kita Bersyukur Saat Ini Aman, Pemerintah Jaga Defisit APBN Tidak Bertambah
-
Menteri Bahlil Batasi Ekspor Batu Bara, Prioritaskan Kebutuhan dalam Negeri
-
Pemerintah Siapkan Skenario dari era Covid-19 Hadapi Krisis Energi Akibat Konflik Timur Tengah
-
Bahlil Ungkap Stok BBM Lebaran di Tengah Ancaman Krisis Energi Timur Tengah
-
Cegah Kelangkaan LPG seperti di India, RI Amankan Kontrak Jangka Panjang dengan AS!
-
Menhub Prediksi Pergerakan Mudik Mulai Terasa Sejak 13 Maret
-
AS Serang Jantung Ekonomi Iran di Pulau Kharg, Harga Minyak Capai 150 dolar AS per Barel?
-
Pemerintah Batasi Operasional Kendaraan Truk Tronton Selama Arus Mudik Lebaran
-
Jelang Lebaran, Bea Cukai Antisipasi Lonjakan Arus Barang di Tanjung Priok