Bisnis / Makro
Senin, 02 Juni 2014 | 17:46 WIB
VP Corporate Communication Ali Mundakir (kanan). (Antara/Rosa Panggabean)

Suara.com - PT Pertamina berencana membentuk tim satuan tugas (satgas) untuk mengawasi ketersediaan dan distribusi bahan bakar minyak selama Ramadhan dan Lebaran Idul Fitri 2014, baik arus mudik maupun arus balik.

"Kita akan membentuk satgas yang akan bertugas untuk memastikan bahwa pasokan ada dan distribusi berjalan dengan baik," kata 'Vice President Corporate Communication' Pertamina Ali Mundakir di Jakarta, Senin (2/6/2014).

Ali mengatakan satgas yang dibentuk dari tahun ke tahun tersebut akan bertugas dari "H-7" hingga "H+7" yang terdiri dari sekitar 50 personel, baik di kantor pusat Pertamina maupun daerah.

"Satgas ini nasional, dari kantor pusat Pertamina 'linked' (terhubung) dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Energi dan seluruh unit operasi untuk memantau stok-stok di mana saja dan kondisi distribusi di Indonesia," paparnya.

Dia menambahkan satgas tersebut terutama disiagakan di jalur-jalur arus mudik dan balik seperti jalur Pantai Utara Jawa (Pantura), dan dipastikan SPBU di sekitarnya beroperasi 24 jam.

"Kita juga menambah stok-stok BBM dengan mobil-mobil yang sudah terisi, jadi kalau ada kemacetan dan sebagainya bisa menutupi cadangan di SPBU sekitarnya," tuturnya.

Ali mengatakan satgas tersebut juga dibentuk untuk mencegah-mencegah penyimpangan, seperti penyelundupan yang dilakukan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab dengan melaporkannya ke penegak hukum.

Adapun, kondisi stok BBM dan LPG secara nasional pada level aman rata-rata 20 hari. Rincian stok BBM di antaranya 19 hari Premium, 19 hari Solar, dan 59 hari Kerosene, sedangkan stok LPG cukup untuk 17 hari.

Sementara itu, realisasi penyaluran BBM hingga 28 Februari 2014 mencapai 7,26 juta kiloliter terhadap kuota BBM PSO dalam APBN 2014 sebanyak 47,36 juta kiloliter. Realisasi tersebut terdiri dari 4,60 juta kiloliter premium, 2,48 juta kiloliter solar dan 0,17 juta kiloliter kerosene. (Antara)

Load More