- ANTM melesat 10,72% ke level Rp4.750, jadi motor penggerak sektor tambang hari ini.
- Harga tertinggi baru tercapai di Rp4.970, jauh di atas titik rendah Rp1.355.
- Market cap ANTM melonjak hingga Rp114,63 triliun seiring tingginya minat pasar.
Suara.com - Emiten pertambangan pelat merah, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), menjadi bintang panggung di Bursa Efek Indonesia pada perdagangan Senin (26/1/2026).
Saham ANTM melesat tajam sebesar 10,72% atau naik 460 poin ke level Rp4.750 per lembar saham hingga pukul 13.58 WIB.
Lonjakan ini membawa ANTM menyentuh level tertinggi dalam 52 minggu terakhir di angka Rp4.970, menjauhi titik terendahnya yang sempat berada di Rp1.355.
Kepercayaan investor yang masif ini membuat kapitalisasi pasar ANTM membengkak hingga Rp114,63 triliun.
Aksi beli masif ini mencerminkan optimisme pasar terhadap prospek komoditas dan kinerja fundamental perseroan. Dengan Price to Earnings Ratio (PER) di angka 15,38 kali dan yield dividen sebesar 3,20%, ANTM tetap menjadi pilihan menarik bagi investor pemburu keuntungan sekaligus dividen di awal tahun 2026 ini.
Adapun saham ANTM masuk dalam rekomendasi sejumlah analis. Bahkan harga saham ANTM sudah berada di atas target harga.
Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman memilih saham ANTM dengan spekulasi buy di area beli 4.270-4.290. Cut loss di bawah 4.200. Target dekat di 4.320-4.500.
Sementara itu, Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksono merekomendasikan untuk buy on weakness saham ANTM. Sebelumnya saham ANTM naik 1,66% ke 4.290 namun masih didominasi oleh tekanan jual yang cenderung meningkat. Kami memperkirakan, posisi ANTM saat ini berada pada bagian dari wave (v) dari wave [iii].
Baca Juga: Daftar Saham di BEI yang Meroket Usai Harga Emas Dunia Tembus 5.000 Dolar
Catatan Redaksi: Investasi saham memiliki risiko. Data di atas diambil per tanggal 26 Januari 2026 pukul 14.15 WIB. Pastikan Anda melakukan analisis mendalam sebelum mengambil keputusan investasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Harry de Fretes Bagikan Kabar Haji Bolot Meninggal, Keluarga: Hoaks, Itu Orang Kurang Kerjaan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
Terkini
-
Kemnaker Raih 2 Penghargaan Government Social Media Summit 2026
-
Prabowo Mau Borong Rudal BrahMos dari India, Ekonom Ingatkan Risiko Utang Rp7 Triliun
-
Rupiah Melemah Jadi Alasan Tarif Pesawat Naik, Alvin Lie ke Menhub Dudy: Dia Melanggar Undang-undang
-
BI Sebut Obat Kuat Ini Bikin Rupiah Mulai Menguat Lawan Dolar AS
-
Program 3 Juta Rumah, Kredit Perumahan Rp500 Miliar Dapat Penguatan Mitigasi Risiko
-
Pengamat Sentil Menhub soal Wacana Kenaikan Tarif Pesawat: Mau Langgar Aturan?
-
Jaga Daya Beli Rakyat, Pemerintah Kaji Insentif setelah Harga Pertamax Naik
-
Resmi Meluncur, JAM Coin Bidik 21 Juta Investor Kripto dan Garap Ekonomi Desa
-
Harga Minyak Dunia Lesu Setelah Trump Batalkan Rencana Serangan ke Iran
-
Harga Pangan Hari : Cabai hingga Daging Ayam Turun Tajam, Bawang Merah dan Gula Premium Justru Naik