Suara.com - Deputi Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulut Gorontalo dan Maluku Utara Dwi Suharyanto mengimbau masyarakat agar berhati-hati terhadap investasi tidak jelas yang saat ini marak di Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara.
"Mengapa tawaran investasi dengan imbal hasil (return) tinggi marak di Indonesia dan mulai marak di Manado karena masyarakat hanya tergiur dengan tawaran investasi dengan hasil menakjubkan," kata Dwi, di Manado, Jumat, (8/8/2014).
Dwi mengatakan, ada beberapa hal menyebabkan banyaknya tawaran investasi dengan imbal balik tinggi di Indonesia. Banyak orang Indonesia yang tergiur atas tawaran investasi dengan hasil menakjubkan dan mereka berpikir akan cepat kaya dengan sangat mudah.
"Selain itu tingkat pengetahuan dan pendidikan tentang uang dan investasi penduduk kita masih sangat rendah, sehingga mudah tergiur dan tertipu," kata Dwi.
Setelah ada 'booming' investasi dengan imbal balik tinggi dan pemberitaan tentang penipuannya, biasanya akan reda tawaran-tawaran demikian.
"Namun setelah beberapa waktu/tahun akan muncul kembali karena selalu saja akan ada orang bodoh berikutnya. Sejarah selalu mencatat seperti itu di dunia," jelasnya.
Ia mengatakan, sebagai masyarakat harus sikapi uang dengan bijak, jika ingin berinvestasi harus diteliti baik-baik dan tingkat kewajaran returnnya.
"Bunga bank 7-10 persen per tahun dan untuk bisnis 15 hingga 20 persen, jika di luar dari ketentuan tersebut maka jenis investasi tersebut diragukan kewajarannya," katanya. (Antara)
Berita Terkait
-
Dasco Optimistis IHSG Menguat Setelah 29 Mei, Ada Strategi Rahasia
-
OJK Sebut Ada Bank Syariah yang Buka di Tahun 2026, Ini Bocorannya
-
Hati-hati! 4 Zodiak Ini Punya 'Titik Lemah' yang Bikin Uang Mereka Cepat Ludes
-
OJK Perkuat Kepastian Hukum Demi Jaga Penyaluran Kredit
-
Bukan Cuma di Indonesia, MSCI Juga Bersih-bersih Indeks yang Berdampak ke Bursa Negara Lain
Terpopuler
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Bagaimana Cara Menonton Film Pesta Babi? Ini Syarat dan Prosedurnya
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Rupiah Loyo, Duit Subsidi Bengkak! Stok Pertalite Tinggal 16 Hari
-
Purbaya Umumkan Defisit APBN Rp 164,4 Triliun per April 2026, Sentil Prediksi Ekonom
-
Ada Apa? Prabowo Paparkan APBN 2027 Besok Pagi, Bukan 16 Agustus
-
BUMN RI Mulai Ekspor Keahlian Energi Terbarukan ke Luar Negeri
-
Bio Farma Perkuat Ekosistem Halal demi Dongkrak Daya Saing Industri Kesehatan
-
Rupiah Anjlok, Bahlil: Doain BBM Subsidi Tak Naik Harga
-
Gelar Donor Darah, Solidaritas Sosial Jadi Wajah Budaya Kerja PNM
-
Komisi Gojek Turun Jadi 8 Persen, Driver Ojol Kini Kantongi 92 Persen Pendapatan
-
Pertamina dan ASRI Energi Edukasi Bangun Kesadaran Transisi Energi kepada Pelajar Jakarta
-
Masa Bodo Rupiah Melemah, Restrukturisasi BUMN Karya Tetap Gaspol