Suara.com - Bank Indonesia mengembangkan indikator yang didasarkan pada data historis untuk melihat potensi perpindahan kualitas kredit yang tergolong lancar menjadi kurang lancar ataupun macet. Berdasarkan indikator tersebut dan perkembangan terkini, terdapat 3 sektor yang perlu diperhatikan yakni sektor konstruksi, pertambangan, dan perdagangan.
Saat ini Bank Indonesia juga mencermati perkembangan dana pihak ketiga (DPK) bank yang tumbuh melambat di Juli 2014 menjadi 11,36% dari 13,63% di bulan sebelumnya. Perlambatan pertumbuhan DPK ini diperkirakan hanya bersifat sementara sejalan dengan tingginya permintaan uang kartal di periode lebaran dan diperkirakan akan kembali meningkat hingga akhir tahun searah dengan ekspansi Pemerintah yang terus meningkat.
Dalam keterangan tertulis yang diterima suara.com, Jumat (12/9/2014), sejalan dengan membaiknya kondisi likuiditas, beberapa bank besar sudah menurunkan suku bunga simpanannya di Agustus 2014. Kondisi ini diharapkan dapat terus berlanjut hingga persaingan DPK yang sempat terjadi di beberapa periode sebelumnya semakin berkurang.
Ke depan, Bank Indonesia menilai masih terdapat sejumlah risiko dari eksternal dan domestik yang perlu diwaspadai yang dapat mengganggu stabilitas ekonomi makro dan stabilitas sistem keuangan.
Untuk itu, Bank Indonesia akan senantiasa melakukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi perbankan dan memperkuat kebijakan makroprudensial. Bank Indonesia juga akan terus meningkatkan koordinasi dengan otoritas keuangan lainnya untuk tetap menjaga stabilitas perbankan dan sektor keuangan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
Terkini
-
Rute Transjakarta Dialihkan Imbas Kebakaran Kemayoran, Cek Jalur Alternatifnya
-
Jangan Asal Investasi! Pahami 3 Hal Ini Sebelum Uang Anda Ludes di Pasar Berjangka
-
Perkuat PT GMM, Bulog Fokus Jaga Kepercayaan dan Kemitraan dengan Petani Tebu Blora
-
Influencer Tak Lagi Dapat PPh UMKM 0,5 Persen, Purbaya: Tak Ada Lapangan Kerja
-
PT GMM Pastikan Penyampaian Aspirasi Petani Tebu di Blora Berjalan Tertib dan Kondusif
-
Profil PT MMS, Perusahaan yang Dianggap Bandel di Industri Sawit
-
5 Asosiasi Pengusaha Buka Suara soal DSI, Ingatkan Risiko Ganggu Ekspor SDA RI
-
Tak Miliki Bisnis Sawit, Ini Profil PT MMSGI
-
Danantara Bongkar Borok BUMN, Catat Penurunan Aset Hampir Rp100 Triliun
-
Jelang DSI Beroperasi, Pengusaha Kompak Minta Jaminan Kontrak Ekspor Tetap Aman