Suara.com - Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) menilai, pemberian bunga deposito yang tinggi oleh sebagian perbankan di Indonesia akan menimbulkan persaingan usaha yang tidak sehat di dalam dunia perbankan tanah air.
Direktur Pengkajian Kebijakan dan Advokasi KPPU Taufik Ahmad mengatakan, KPPU telah memberikan saran kepada regulator kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait 'perang' bunga deposito antar perbankan di Indonesia.
"Seperti untuk UMKM, kita melihat suku bunga yang tinggi, sehingga ada persaingan yang tidak signifikan," kata Taufik di kantornya, Jakarta, Senin (29/9/2014).
Taufik menjelaskan, masih tingginya suku bunga di tingkat UMKM, akan menimbulkan persaingan yang tidak signifikan di tingkat kredit antarperbankan.
"OJK harus mengganti pembatasan dilakukan selaku pembatasan suku bunga deposito dibanding kredit," jelasnya.
Dia mengungkapkan, KPPU telah menyarankan kepada OJK untuk memberikan aturan di premium transparan. Menurutnya, seperti bunga kartu kredit yang selama satu bulan sebesar 2,95 %.
"Kalau di sana bisa dibatasi kenapa di sini tidak. Oleh karena itu, saat ini pihak KPPU tengah melakukan kajian terkait perang bunga deposito pada perbankan di Indonesia. Investigator kami untuk melakukan investigasi tentang kartel," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Bagaimana Cara Menonton Film Pesta Babi? Ini Syarat dan Prosedurnya
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Pemerintah Pelit Informasi Soal Pembentukan Badan Ekspor
-
Garuda Indonesia Kembali Jadi Maskapai Paling Tepat Waktu di Dunia Versi OAG
-
Kehadiran Dasco Belum Jadi Sentimen Positif, IHSG Makin Ambruk 3,46%
-
Perusahaan Entertaiment Jumbo Mau IPO, Clue-nya Miliki Kebun Binatang
-
Badan Ekspor Mirip Orde Baru? Ekonom CELIOS Wanti-Wanti Risiko Monopoli dan Rente Negara
-
Lampaui Standar IMF, Ini Alasan Cadangan Devisa Indonesia Diklaim Kebal Krisis Global
-
Developer RI Kini Bisa Bangun AI Trading Langsung ke Bursa Kripto
-
Rupiah Melemah, Penjualan Hewan Kurban Tetap Bergairah Jelang Iduladha 2026
-
Rupiah Jebol Rp17.700, Dasco Batal Sambangi BI di Tengah Kepanikan Pasar
-
Kebun Binatang Raksasa RI Siap Melantai di BEI, Taman Safari Segera IPO?