Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan Bursa Efek Indonesia pada Selasa (30/9/2014) ditutup melemah 26,19 poin atau 0,51 persen menjadi 5.115,81 didorong sentimen eksternal dan indeks 45 saham unggulan (LQ45) melemah 5,83 poin (0,67 persen) ke level 869,02.
"Pergerakan IHSG BEI mengikuti sentimen indeks saham Asia yang bergerak melemah pada pagi ini," kata Head of Research Valbury Asia Securities Alfiansyah di Jakarta.
Ia mengemukakan bahwa adanya aksi demo di Hong Kong yang menentang intervensi Tiongkok yang terlalu besar terutama di pasar keuangannya membuat indeks Hangseng terkoreksi, kondisi itu memicu indeks bursa Asia bergerak variatif dengan sebagian besar melemah, termasuk IHSG BEI.
"Diharapkan situasi dan kondisi Hong Kong kondusif, sehingga bisa mengurangi tekanan bagi indeks bursa Asia pada perdagangan saham hari ini," katanya.
Ia menambahkan bahwa situasi di Ukraina yang kini mulai mereda setelah pemerintah Ukraina dan separatis setuju melakukan gencatan senjata diharapkan menjadi sentimen positif. Terciptanya rekonsialiasi hubungan Rusia dan AS pasca krisis Ukraina, akan memulihkan kembali perekonomian Rusia dan ancaman bagi ekonomi di kawasan Eropa.
Sementara itu, Analis Woori Korindo Securities Indonesia (WKSI) Reza Priyambada mengatakan bahwa meski indeks BEI kembali terkoreksi, namun IHSG BEI masih berpeluang menguat kembali menyusul beberapa saham di dalam negeri berada di area jenuh jual.
"Diharapkan IHSG dapat bertahan di zona hijau meski tetap mencermati sentimen yang ada yang dapat mengubah arah pasar," katanya.
Bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng melemah 255,10 poin (1,10 persen) ke 22.974,11, indeks Nikkei turun 183,83 poin (1,13 persen) ke 16.126,81 dan Straits Times melemah 23,67 poin (0,74 persen) ke posisi 3.265,50. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
IHSG Lanjut Reli Penguatan, Bergerak Level 5.700 Pagi Ini
-
IHSG Ambruk, Sucor Sekuritas Ajak Investor Borong Saham Berkualitas Saat Diskon
-
IHSG Akhirnya Perkasa ke Level 5.695 Hari Ini
-
IHSG Akhirnya Ijo di Sesi I, BBCA dan TPIA Jadi Penopang
-
IHSG Sempat Dibuka Melemah Tapi Langsung Hijau, BBCA Masih Dijual Asing
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Purbaya Akan Tambah Perusahaan Pemungut Pajak Toko Online di Ecommerce
-
DPR Siap Cecar Tiktok yang Dituding Tahan Duit UMKM hingga Triliunan Rupiah
-
Potongan Aplikasi Ojol 8 Persen Tak Untungkan Mitra Pengemudi
-
Minyak Dunia Anjok, Mengapa Harga Pertamax Tak Ikut Turun?
-
Kapal Tanker Pertamina Berhasil Lolos dari Selat Hormuz, Sisanya Menunggu Aman
-
Rupiah Menuju Rp18.000 per Dolar AS Lagi, Akan Menguat Jika Investor Asing Kembali ke Indonesia
-
Bukan Pemain, Manchester United Mau Beli Kredit Karbon Indonesia
-
Antrean BBM Surabaya-Gresik Mulai Terurai, BPH Migas dan Pertamina Perkuat Distribusi
-
Stok Batu Bara Normal, Bos PLN Janji Tak Ada Mati Lampu
-
RI Mulai Dagang Karbon Kehutanan, Potensinya Rp5 Triliun