Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan Bursa Efek Indonesia pada Kamis (2/10/2014) dibuka melemah sebesar 33,80 poin seiring dengan pergerakan bursa saham eksternal.
IHSG BEI dibuka melemah 33,80 poin atau 0,66 persen ke posisi 5.107,11. Sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) turun 8,47 poin (0,97 persen) ke posisi 862,33.
"Bursa Asia pagi ini, termasuk indeks BEI bergerak melemah merespon sentimen data indeks manufaktur Eropa yang melambat serta mengantisipasi berakhirnya program quantitative easing (QE) AS," kata Analis Samuel Sekuritas Aiza di Jakarta.
Kondisi negatif eksternal itu, lanjut dia, berdampak pada pasar saham domestik, pelaku pasar asing cenderung mengambil posisi lepas saham selama tujuh hari berturut-turut dengan total mencapai 400 juta dolar AS.
Di sisi lain, ia menambahkan bahwa kondisi politik di dalam negeri yang juga kurang stabil menambah sentimen negatif, akibatnya investor cenderung mengambil langkah aman dengan melepas sebagian aset sahamnya.
"Aksi lepas saham pelaku pasar itu sebagai kombinasi potensi akan berakhirnya quantitative easing, kenaikan suku bunga AS Fed rate, dan kondisi politik di dalam negeri yang kurang stabil," katanya.
Head of Research Valbury Asia Securities Alfiansyah mengatakan bahwa indeks BEI diperkirakan bergerak terkoreksi pada Kamis ini, kendati demikian diharapakn data ekonomi domestik yang telah dipublikasikan menjadi katalis bagi pergerakan IHSG kedepannya.
"Aktivitas sektor manufaktur Indonesia membaik di bulan September 2014, atau naik dari 49,5 di bulan Agustus ke 50,7 di bulan. Sebagai catatan, angka indeks di atas 50 mencerminkan ekspansi atau pertumbuhan," katanya.
Bursa regional, di antaranya indeks Bursa KOSPI melemah 25,35 poin (1,27 persen) ke 1.967,34, indeks Nikkei turun 253,49 poin (1,58 persen) ke 15.828,82 dan Straits Times melemah 18,07 poin (0,53 persen) ke posisi 3.246,85. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
Tekanan Jual Investor Bikin IHSG Ambruk Lagi, 429 Saham Kebakaran
-
Luhut Pede Makin Banyak Dana Asing Masuk IHSG Usai Reformasi Pasca 'Geger MSCI'
-
Portofolio Berdarah-darah Saat IHSG Anjlok, Bertahan atau Menyerah?
-
IHSG Lanjutkan Tren Negatif di Sesi Pertama, 387 Saham Anjlok
-
Saham BUMI Meroket, Aksi Borong Picu Kenaikan Harga Hari Ini
Terpopuler
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Prabowo Bakal Copot Lagi Pejabat 'Telur Busuk', Hashim Djojohadikusumo: Semua Opsi di Atas Meja
- 35 Link Poster Ramadhan 2026 Simpel dan Menarik, Gratis Download!
- Lebih Bagus Smart TV atau Android TV? Ini 6 Rekomendasi Terbaik Harga di Bawah Rp3 Juta
Pilihan
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
Terkini
-
Danantara Mau Beli Tanah Dekat Masjidil Haram, Jaraknya Hanya 600 Meter
-
Mari Elka Pangestu: Rasio Utang Indonesia Masih Terkendali
-
Bea Cukai Segel Toko Perhiasan Mewah Tiffany & Co, APEPI: Negara Hadir Lindungi Industri Lokal
-
Purbaya Pede Ekonomi Ekspansif hingga 2033: Indonesia Emas, Bukan Indonesia Suram
-
Purbaya Yakin Defisit APBN Bisa Turun Meski Pajak Tak Naik
-
Kepala BGN: Program MBG Diakui Jadi Program yang Bermanfaat
-
Survei: 77% Orang Indonesia Perkirakan Tetap Bekerja Saat Pensiun
-
Rosan Roeslani Lobi-lobi Moody's dan S&P Beri Rating ke Danantara
-
Luhut Sebut Prabowo Tak Bisa Diintervensi Terkait Evaluasi Izin Tambang Martabe
-
Flyjaya Resmi Layani Rute Morowali, Cek Link Tiketnya di Sini